Jumat, 29 Nov 2019 12:31 WIB

Bukan Masturbasi, Ini Penyebab Lutut Kopong yang Sesungguhnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Bukan berarti lutut kopong terjadi akibat masturbasi. (Foto: thinkstock) Bukan berarti lutut kopong terjadi akibat masturbasi. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Masturbasi berlebihan kerap kali dikaitkan dengan lutut terasa kopong atau nyeri lutut. Banyak yang mengaku mengalami sensasi lutut kopong setelah onani.

Meski masturbasi berlebihan sangat tidak disarankan karena dapat mengganggu fungsi tubuh, bukan berarti lutut kopong terjadi akibat masturbasi. Tak sekali dua kali para ahli medis mengatakan bahwa lutut kopong akibat masturbasi adalah mitos belaka.

"Tulang kita nggak halus kan jadi biasa ada bunyi. Kalau lama-lama dibiarkan terus ya radang. Biasanya bunyi kalau pada usia tua itu ya karena pengapuran," papar spesialis orthopedi foot and ankle dari RS Siloam Kebon Jeruk, dr Langga Sintong, SpOT, kepada detikcom.


Ada beberapa penyakit yang membuat lutut nyeri atau terasa kopong seperti arthritis, asam urat dan infeksi sendi. Pada usia muda, penyebab nyeri lutut adalah tendinitis patella atau radang tenon dan penyakit Osgood-Schlatter.

Pada kesempatan berbeda, spesialis rehabilitasi medis Dr. Fanny Aliwarga, SpRM dari RS Eka Hospital BSD, menyebut kurangnya kelenturan atau kekuatan otot juga menjadi penyebab lutut terasa kopong.

"Otot yang terlalu tegang atau sebaliknya otot yang lemah, kurang berfungsi sebagai penyokong pada lutut, karena otot tersebut tidak menyerap stres yang terjadi pada sendi lutut dengan baik selama aktivitas," sebut dr Eka.

Beberapa olahraga juga menyebabkan risiko tinggi nyeri pada lutut. Speerti basket yang banyak melakukan gerakan lompat dan berputar, dan lari yang bisa menyebabkan beban berulang-ulang pada lutut.



Simak Video "Sering Onani? Hati-hati Jadi Penyakit!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)