Jumat, 29 Nov 2019 15:08 WIB

Heboh Isu Atlet SEA Games Tidak Perawan, Dokter Jelaskan Sifat Selaput Dara

Nurul Khotimah - detikHealth
Faktanya, keperawanan tidak dilihat hanya dari kondisi selaput dara (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang atlet senam SEA Games 2019 asal Kediri dipulangkan oleh pelatihnya, kabarnya karena tidak perawan. Meski telah dibantah oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), perihal keperawanan tersebut telah memancing kehebohan di media sosial.

Menanggapi kabar tersebut dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, dokter kandungan di Siloam Hospital Semanggi, tidak setuju jika seorang atlet dipulangkan karena tidak perawan. Dokter mempertanyakan, apakah atlet itu harus perawan?

"Menurut saya tidak fair untuk menilai perempuan apalagi atlet dinilai dari keperawanannya," kata dr Dara, demikian sapaan akrabnya, saat dihubungi detikcom, Jumat (29/11/2019).



Banyak anggapan bahwa selaput dara yang robek adalah indikator perempuan tidak lagi perawan. Namun menurut dr Dara, hal ini adalah kekeliruan yang masih berkembang di masyarakat.

Mengenai keperawanan, dr Dara mengatakan perempuan dinilai perawan dan tidaknya bukan karena selaput dara yang robek. Melainkan dari sudah atau belumnya melakukan hubungan intim.

"Perawan itu, kamu tidak pernah melakukan hubungan pervagina. Tapi kamu ini atlet melakukan peregangan, eh ternyata kamu punya selaput dara itu pecah, itu bukan berarti tidak perawan," jelas dr Dara.

Untuk mengetahui keperawanan, dokter menyarankan untuk memeriksakan ke dokter kandungan. Karena ada tata cara dalam medis yang memprediksi selaput dara yang robek itu akibat hubungan intim atau peregangan bahkan kecelakaan pemerkosaan.

"Tata caranya kita bisa menilai ini selaput dara utuh atau tidak utuh kemudian ada robekan dengan arah jam berapa? Kalau sudah segala arah itu kemungkinan karena hubungan intim," pungkas dr Dara.

Soal pemulangan atlet senam dari SEA Games 2019, Kemenpora menjelaskan hal itu dilatarbelakangi masalah lain. Isu yang berkembang tentang status tidak perawan sebagai alasan pemulangan, dipastikan tidak benar.



Simak Video "Favilavir, Antivirus Pertama yang Disetujui Lawan Virus Corona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)