Sabtu, 30 Nov 2019 08:06 WIB

Cara Perawatan Luka yang Baik agar Tidak Infeksi

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Cara Perawatan Luka yang Baik agar Tidak Infeksi Foto: Thinkstock Cara Perawatan Luka yang Baik agar Tidak Infeksi Foto: Thinkstock
Jakarta - Semua orang pasti pernah mengalami luka yang bisa disebabkan berbagai hal. Mulai dari kecelakaan, jatuh, tersayat pisau, dan masih banyak lagi.

Sebagian besar luka terbuka yang terjadi terbilang minor dan bisa dirawat sendiri di rumah. Tapi bagaimanapun ukurannya, luka terbuka sebaiknya harus segera dirawat agar tidak terkontaminasi dan menyebabkan infeksi.



Lalu, seperti apa prosedur merawat luka basah? Berikut cara perawatan luka yang baik untuk menghindari infeksi yang dirangkum detikHealth dari Mayo Clinic:

1. Cuci Tangan

Untuk perawatan luka sederhana hal pertama yang harus dilakukan adalah mencuci tangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi infeksi.

2. Hentikan Pendarahan

Luka basah dan kecil yang disebabkan oleh goresan atau irisan biasanya akan berhenti berdarah dengan sendirinya. Jika dibutuhkan, beri tekanan lembut pada luka dengan menggunakan perban atau kain. Posisikan luka di sisi atas hingga pendarahan berhenti.

3. Bersihkan Luka

Bersihkan luka terbuka dengan air bersih. Caranya dengan menaruh bagian tubuh yang luka di bawah aliran air langsung dari keran. Bersihkan bagian sekeliling luka dengan sabun, tapi jangan sampai luka terkena sabun.

Jangan gunakan hidrogen peroksida atau iodin di luka karena bisa menyebabkan iritasi. Bersihkan kotoran yang ada menggunakan tweezer yang sudah disterilkan menggunakan alkohol.

4. Oleskan Antibiotik atau Petroleum Jelly

Oleskan salep antibiotik atau petroleum jelly secara tipis di permukaan luka. Cara ini bisa membuat permukaan luka tetap lembab dan mencegah terbentuknya jaringan parut.

Jika salep mengakibatkan ruam di kulit, segera hentikan pemakaian.



5. Tutup Luka

Gunakan perban, kasa gulung atau kasa dengan plester untuk menutup luka. Luka harus ditutup agar tetap bersih dan tidak terkontaminasi. Jika luka hanya berupa goresan kecil tidak perlu ditutup.

6. Ganti Penutup Luka

Ganti perban atau penutup luka kalian setidaknya satu kali dalam sehari, atau jika perban menjadi kotor atau basah.

7. Suntikan Anti Tetanus

Jika kalian belum pernah mendapat suntikan anti tetanus dalam lima tahun terakhir, segera minta suntikan tersebut ke dokter. Apalagi jika luka yang kalian miliki termasuk dalam dan kotor.

8. Awasi Tanda Infeksi

Setelah melakukan cara perawatan luka di atas, selalu awasi tanda-tanda infeksi. Segera ke dokter jika kalian melihat tanda-tanda infeksi di kulit atau sekitar luka seperti kulit kemerahan, rasa sakit, kulit terasa hangat atau bengkak.

Simak Video "Daging Tak Matang Bisa Bikin Infeksi Cacing Pita Sampai ke Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/nwy)