Senin, 02 Des 2019 06:57 WIB

Dada Panas Seperti Terbakar, Serangan Jantung atau Asam Lambung?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ada kemiripan gejala antara serangan jantung dan asam lambung (Foto: thinkstock) Ada kemiripan gejala antara serangan jantung dan asam lambung (Foto: thinkstock)
Jakarta - Penyakit yang memberikan efek rasa terbakar di dada dan juga kerongkongan ini bernama Gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD disebabkan otot cincin lambung (sfingter) yang bertugas sebagai penahan asam pada lambung, tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, terjadinya asam lambung yang meningkat hingga naik ke kerongkongan, dan menimbulkan rasa terbakar di dada dan juga pahit di mulut.

Definisi penyakit GERD ini memang baru muncul pada tahun 2006. Namun, sudah banyak masyarakat Indonesia yang merasakan gejala-gejala dari penyakit ini. Salah satu gejala yang menjadi penyebab GERD adalah stres dan kecemasan. Berdasarkan studi yang diterbitkan Alimentary Pharmacology and Therapeutics pada 2007 menemukan bahwa orang-orang yang sering merasa cemas berisiko 2-4 kali terkena GERD.

Sayangnya masih banyak kekeliruan yang muncul di kalangan masyarakat dalam menafsirkan stres dan cemas sebagai rasa pusing di kepala. Seperti timbulnya rasa pusing kepala yang disertai nyeri pada perut. Sehingga banyak yang memvonis dirinya sendiri terkena GERD tanpa konsultasi terlebih dahulu ke dokter.

"Sakit kepala (pusing) itu bukan gejala GERD. Gejala GERD itu panas dada dan seperti terbakar, dan mulut pahit. Karena kita nafsu makannya berkurang, enggak mau makan, akhirnya jadi kliyengan," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof Ari Fahrial Syam, di Aula Prodia Tower, Jakarta Pusat, pada Minggu (1/12/2019).



Asam lambung yang tinggi memang membuat nafsu makan jadi menurun. Karena kurangnya asupan makanan, tubuh menjadi kekurangan cairan.

"Jadi bukan secara langsung asam lambung yang tinggi jadi sakit kepala. Tetapi karena asam lambung tinggi, nafsu makan kita berkurang, males minum, kadang minum saja perih, makan apalagi, akhirnya kekurangan cairan, akhirnya terjadi sempoyongan (pusing) pada pasien tersebut," tambah Prof Ari.



Simak Video "Perutmu Keroncongan? Cuma Ini Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)