Senin, 02 Des 2019 16:46 WIB

Suami 'Jajan' Seks Bikin Pengidap HIV-AIDS Meningkat pada Ibu Rumah Tangga

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi HIV. Foto: thinkstock Ilustrasi HIV. Foto: thinkstock
Jakarta - HIV (Human Imunodificiency Virus) masih menjadi masalah serius yang harus diatasi oleh pemerintah dan juga masyarakat. Ketika berkembang menjadi AIDS (Acquired imuno Deficiency Syndrome), penyakit ini menjadi cukup mematikan.

Angka pengidap HIV-AIDS di Indonesia masih cukup banyak dan berdasarkan data Kementerian Kesehatan triwulan II 2019, pengidap HIV terbanyak ada pada tenaga non profesional atau karyawan sebanyak 17.867 jiwa.

Yang mengejutkan, pengidap HIV-AIDS lebih banyak pada ibu rumah tangga sebesar 16.844 dibandingkan pekerja seks komersial (PSK) sebesar 3.499. Eks Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyoroti hal ini merupakan dampak dari para pria yang suka beli seks.

"LBT atau laki-laki berisiko tinggi atau laki-laki yang beli seks kemudian dampaknya adalah ibu rumah tangga dan bayi-bayi," ujarnya di Gedung IMERI FKUI Salemba, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).



Menurut Nafsiah, kebanyakan pria yang suka beli seks dan tertular HIV tidak mau mengakui bahwa dirinya terinfeksi atau tidak mau menyampaikan pada pasangannya, sehingga para ibu rumah tangga lah yang menjadi korban.

"Dan antara suami istri tidak mau pakai kondom. Dia bilang 'kan dia istri saya kenapa harus pakai kondom'" imbuhnya.

Padahal dengan menggunakan kondom, penularan HIV bisa diminimalisir. Nafsiah menambahkan, penularan HIV memang lebih banyak terjadi melalui hubungan seksual daripada lewat jarum suntik.



Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)