Senin, 02 Des 2019 23:05 WIB

Tentang Donor Darah: 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya

Niken Widya Yunita - detikHealth
Tentang Donor Darah: 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya /Foto: Rachman Haryanto Tentang Donor Darah: 8 Syarat, Larangan, Cara, dan Manfaatnya /Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Donor darah adalah kegiatan memberikan darah kepada seseorang secara sukarela. Namun tidak sembarangan kamu bisa mendonorkan darah. Ada syarat-syaratnya. Apa saja?


Donor darah diatur dalam Peraturan Pemerintah N0. 7/ 2011 tentang Pelayanan Darah. Dalam PP itu disebutkan penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh Unit Donor Darah (UDD) yang diselenggarakan oleh organisasi sosial dengan tugas pokok dan fungsinya di bidang Kepalangmerahan atau dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI).


Setiap tahunnya, PMI menargetkan hingga 4,5 juta kantong darah sesuai dengan kebutuhan darah nasional. Disesuaikan juga dengan standar Lembaga Kesehatan Internasional (WHO) yaitu 2% dari jumlah penduduk untuk setiap harinya.




Apa Saja Syarat Donor Darah?


Dikutip dari Situs Palang Merah Indonesia (PMI), syarat donor darah yakni:


1. Usia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orangtua)


2. Berat badan minimal 45 kg


3. Temperatur tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celcius


4. Tekanan darah baik yaitu sistole = 110-160 mmHg, diastole = 70-100 mmHg


5. Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit


6. Hemoglobin perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk laki-laki minimal 12,5 gram


7. Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan


8. Calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.



Kamu dilarang donor darah bila:


-Pernah menderita Hepatitis B

-Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis

-Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah mendapat transfusi

-Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tato/tindik telinga

-Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi

-Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah operasi kecil

-Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi kecil

-Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, stetanus dipteria atau profilaksis

-Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles dan tetanus toxin

-Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic

-Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang

-Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplantasi kulit

-Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan

-Sedang menyusui

-Ketergantungan obat

-Alkoholisme akut dan kronis

-Mengidap Sifilis

-Menderita Tuberkulosis secara klinis

-Menderita epilepsi dan sering kejang

-Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk

-Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya thalasemia

-Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV dan AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks dan pemakai jarum suntik tidak steril)

-Pengidap HIV dan AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah

-Syarat donor darah untuk perempuan, alangkah baiknya untuk bersabar dan menunggu sampai masa menstruasi selesai baru kamu boleh donor darah. Jika tetap memaksakan untuk melakukan donor darah saat haid, bukan tidak mungkin kamu akan lemas, pusing, kelelahan, hingga jatuh pingsan akibat kehilangan cukup banyak darah.


Sebelum melakukan donor darah, kamu juga harus mengetahui manfaatnya. Berikut manfaat jika kamu melakukan donor darah:


-Menjaga Kesehatan Jantung


Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Artinya menurunkan risiko penyakit jantung.


-Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah


Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.


-Membantu Menurunkan Berat Badan


Nah, ini kabar baik buat kamu yang sedang diet. Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.


-Mendapatkan Kesehatan Psikologis


Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Bahkan orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.


-Mendeteksi Penyakit Serius


Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kamu, ini adalah 'rambu peringatan' yang baik agar kamu lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan sendiri.


Setelah mengetahui syarat donor darah, berikut cara berdonor darah:


Caranya dengan datang ke Unit Donor Darah (UDD) terdekat dan lakukan langkah-langkah berikut:


-Mengambil formulir pendaftaran donor

-Membaca pesan donor dan mengisi formulir donor yang berisi tentang pertanyaan riwayat medis (inform consent) dan identitas donor

-Menandatangani formulir pendaftaran

-Pemeriksaan pendahuluan yaitu penimbangan berat badan, pemeriksaan Hb, dan golongan darah

-Pemeriksaan dokter termasuk wawancara dan pemeriksaan tekanan darah

-Pengambilan darah dan sample darah

-Pengambilan kartu donor

-Istirahat (donor disediakan makanan pengganti)




Simak Video "Jajal Langsung, Menjadi 19 cm di Klinik Mak Erot yang Legendaris "
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)