Rabu, 04 Des 2019 11:16 WIB

Rumah Sakit Ini Punya Cara Jitu Agar Anak Berani ke Dokter Gigi

Content Promotion - detikHealth
Foto: RSGM YARSI Foto: RSGM YARSI
Jakarta -

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sering diabaikan. Padahal, apabila anak sakit gigi, seringkali ia tidak mau makan hingga bolos sekolah karena rasa sakit yang tak tertahankan. Tetapi, jika dibawa ke dokter gigi, belum apa-apa anak sudah merasa takut. Jika dipaksakan, anak akan merasa trauma dan kapok ke dokter gigi lagi.

Salah satu rumah sakit gigi, yakni Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi - RSGM YARSI mengklaim dapat melayani pasien tanpa rasa sakit dan cemas yang dikenal dengan Indonesia Painless Dental Care Center (IPDCC). Pada awalnya konsep Painless Dental Care ini dibuat karena RSGM YARSI peduli akan kebutuhan anak dan dewasa yang mengalami ketakutan untuk datang ke dokter gigi dan kepedulian terhadap mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Terkadang, anak dengan kebutuhan khusus dengan keterbatasan komunikasi yang mereka miliki, staf medis dan orang tua tidak dapat melakukan perawatan gigi dengan optimal. Melalui inovasi Indonesia Painless Dental Care Center dapat memberikan pendekatan dengan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Pertama, teknik Hipnodonti yaitu menggunakan teknik relaksasi dan pemberian sugesti positif agar pasien merasa relaks dan nyaman. Kedua, teknik Sedasi yang dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu sedasi inhalasi, di mana pasien akan diberikan sungkup hidung dengan berbagai aroma buah-buahan untuk dihirup. Setelah beberapa tarikan nafas panjang, pasien akan merasa rileks. Sedasi bersifat ringan-sedang sehingga pasien tetap dapat berkomunikasi dan merespon setiap instruksi.

Rumah Sakit Ini Punya Cara Jitu Agar Anak Berani ke Dokter GigiSuasana ruang pemeriksaan khusus anak yang nyaman dan menyenangkan/Foto: RSGM YARSI

Sedasi di bidang kedokteran gigi merupakan prosedur yang biasa dilakukan oleh dokter-dokter gigi di negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Dengan adanya IPDCC di RSGM Yarsi, kini tak perlu lagi merawat gigi sampai ke negeri tetangga.

RSGM Yarsi menggunakan teknik Sedasi agar anak-anak tidak dipaksa untuk membuka mulut dan menimbulkan trauma psikologis. Selain itu, selama perawatan, pasien tidak merasakan rasa sakit, tidak perlu mendengar suara bur atau melihat alat-alat yang 'menyeramkan' dan dapat dilakukan banyak perawatan gigi sekaligus dalam satu kunjungan.

Kemudian, dengan menggunakan teknik Sedasi, pasien dengan masalah gigi yang kompleks tetap merasa nyaman walaupun harus membuka mulut dalam waktu yang lama. Ini juga bisa menjadi solusi untuk anak dan dewasa dengan masalah komunikasi misalnya autism dan kebutuhan khusus lainnya.

Teknik ketiga adalah Anestesi Umum yang biasanya dilakukan untuk pasien yang memerlukan perawatan gigi menyeluruh.Tim Painless Dental Care yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, telah dilatih untuk menangani anak-anak secara medis dan psikologis agar tercipta perawatan gigi yang Painless, Comfortable and Relax. Terutama untuk anak dan dewasa dengan kebutuhan khusus, mereka secara profesional mendalami cara penanganan gigi dengan lebih fokus.

"Suatu kebahagiaan tersendiri bisa menjadi bagian dari Tim Painless Dental Care, terutama setelah merawat pasien anak yang takut ke dokter gigi atau berkebutuhan khusus yang biasanya memiliki orang tua yang concern, tapi bingung mau dirawat gigi di mana?," ujar dr. Betardi Aktara, Sp. An dalam keterangan tertulis.

Rumah Sakit Ini Punya Cara Jitu Agar Anak Berani ke Dokter GigiFoto: RSGM YARSI

Sementara drg. M. Zakki, Sp.KGA menegaskan penanganan anak tanpa trauma menjadi prioritas baginya.

"Melalui Indonesia Painless Dental Care Center, kami dapat merawat gigi anak tanpa memaksa atau menimbulkan trauma sehingga anak akan mempunyai memori yang baik tentang pengalamannya ke dokter gigi," ujarnya.







Simak Video "Drg. Yoan Jadi Seksi Habis Dibully"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)