Rabu, 04 Des 2019 13:30 WIB

Kang Daniel Depresi dan Makin Memburuk, Kenali Tanda-tandanya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kang Daniel. Foto: Dok. Instagram/thisisdaniel_k Kang Daniel. Foto: Dok. Instagram/thisisdaniel_k
Jakarta - Artis Kpop Kang Daniel sebelumnya dikabarkan mengalami depresi, dan kini pihak KONNECT Entertainment menjelaskan bahwa kondisinya semakin memburuk. Manajemen pun memutuskan untuk menghentikan aktivitas Kang Daniel untuk sementara.

"Oleh karena itu, pre-recording untuk 'Show Champion' hari ini dibatalkan. Kang Daniel juga tak akan bisa melakukan jadwal aktivitas promosinya, karena pada kenyataannya, sangat sulit bagi Kang Daniel untuk terus melakukan promosi 'TOUCHIN' saat ini," ungkap manajemen, seperti yang diberitakan detikcom, Rabu (4/12/2019).

Depresi memang menjadi suatu masalah mental yang disebabkan adanya beban yang terlalu berat. Perlu diketahui, kesedihan berbeda dengan depresi. Sedih bisa hilang dalam beberapa hari namun depresi berlangsung terus menerus dan membatasi aktivitas.



Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Omni Hospital Alam Sutra dan juga staf pengajar dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (FK Ukrida) Jakarta, dr Andri, SpKJ, FACLP pernah mengatakan bahwa ada dua jenis depresi yang harus diketahui, yaitu yang masih menjadi sindrom depresi dan ada pula yang sudah menjadi gangguan depresi.

Sindrom depresi terjadi saat seseorang mengalami gejala-gejala depresi hanya satu atau dua hari, dan bukan merupakan gejala yang menetap. Sedangkan gangguan depresi terjadi ketika gejala depresi berlangsung minimal dua minggu dan telah mengganggu fungsi pribadi dan sosial orang tersebut.

"Gejala depresi yang sering dirasakan adalah gejala putus asa atau hilang harapan dan mood yang sedih," kata dr Andri saat diwawancarai oleh detikcom, Kamis (15/8/2019).

Dua gejala itu merupakan yang paling utama disertai gejala tambahan, seperti kesulitan tidur atau kebanyakan tidur, tidak ada nafsu makan atau nafsu makan yang besar, hilang konsentrasi, tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, yang harus sangat diperhatikan adalah munculnya ide untuk bunuh diri. Biasanya orang yang memiliki ide seperti itu menganggap dirinya tidak berharga untuk orang-orang sekitar.

"Kadang-kadang dia merasa lebih baik kalau mati saja ya. Atau kalau saya nggak ada, dunia ini akan baik-baik saja atau keluarga saya lebih bahagia karena saya ini merupakan masalah dalam keluarga saya," tutur dr Andri.



Simak Video "Gemerlap Dunia Selebriti dan Jurang Gelap Depresi"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)