Rabu, 04 Des 2019 16:47 WIB

Ini 5 Hal yang Bisa Sebabkan Anak Lahir Cacat

Firdaus Anwar - detikHealth
Kisah Dina yang ditinggal suami karena anaknya cacat viral. (Foto: Amir Baihaqi) Kisah Dina yang ditinggal suami karena anaknya cacat viral. (Foto: Amir Baihaqi)
Jakarta - Dina Oktavia (21) mengaku ditinggal suami usai melahirkan anak dengan kondisi cacat. Bayi bernama Pandhu itu menurut Dina tidak diakui oleh keluarga besar sang suami akibat memiliki kondisi facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele yang membuat wajahnya rusak.

"Kalau ayahnya dari lahir sampai 1 bulan terakhir kemarin itu masih jenguk anaknya. Tapi dari pihak keluarganya terutama orang tuanya itu nggak bisa menerima. Jadi nggak mau mengakui itu cucunya," kata Dina, Selasa (3/12/2019).

Para ahli mengatakan bayi bisa lahir cacat karena pertumbuhan yang tidak sempurna di dalam kandungan. Oleh sebab itu ibu hamil sangat dianjurkan memeriksakan kehamilannya secara rutin agar kelainan bisa dideteksi dini.

Berikut 5 hal yang diketahui sering menyebabkan bayi cacat lahir seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber:


1. Genetik

Menurut ahli kandungan Dr dr Med Damar Prasmusinto, SpOG (K), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) faktor genetik menjadi salah satu penyebab umum bayi lahir cacat. "Paling banyak sih genetik," ujarnya saat dihubungi detikcom.

Untuk mengetahui faktor risiko ini pasangan bisa menjalani konsultasi genetik. Nantinya ahli akan menjelaskan informasi soal penyakit apa yang bisa mengintai keturunan mereka. Hal ini disarankan bagi pasangan terutama sebelum menikah.

"Fungsinya bukan hanya untuk melihat kita punya gen apa, tapi juga untuk memetakan konsekuensi jika memang salah satu pasangan mempunyai gen yang dapat menyebabkan penyakit keturunan," tutur dr Yuda Turana, SpS dari FK Universitas Atmajaya beberapa waktu lalu.

2. Infeksi

Selain genetik faktor berikutnya yang juga bisa menyebabkan bayi lahir cacat adalah bila ibu terkena penyakit infeksi tertentu saat hamil. Infeksi Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex virus tipe 2 (TORCH) diketahui menjadi penyebab kecacatan tertinggi.

"Contohnya rubela itu bisa sampai bayinya mati atau cacat bawaan," kata dr Damar.

3. Obat-obatan

Peneliti menyebut ada beberapa obat-obatan tertentu yang bisa memicu kecacatan pada bayi bila dikonsumsi ibu hamil. dr Krista S. Crider dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut dua jenis antibiotik yaitu sulfonamide dan nitrofurantoins.

Dalam studi Antibiotik sulfonamide terkait dengan enam jenis cacat lahir, sedangkan nitrofurantoins terkait pada empat jenis cacat. Dua jenis antibiotik ini berisiko paling banyak menghasilkan cacat lahir dibanding antibiotik lain yang risiko cacat lahirnya hanya 1 jenis.

4. Polusi udara

Paparan polusi udara juga disebut dalam beberapa penelitian dapat memicu kelahiran cacat. Ahli kandungan dr Merwin Tjahjadi, SpOG, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) terutama menekankan bahaya polusi karena sering diabaikan oleh ibu hamil.

"Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil," ujar dr Merwin beberapa waktu lalu.

Saat ibu hamil terpapar polusi udara yang tinggi, pembentukan plasenta dapat terganggu sehingga bayi akan kekurangan nutrisi. Dampaknya bayi jadi berisiko lahir prematur dengan kondisi fisik yang tidak sempurna.

5. Konsumsi alkohol

Alkohol termasuk salah satu kandungan yang berbahaya bagi perkembangan bayi di dalam kandungan. Bila seorang ibu hamil punya kebiasaan mengonsumsi alkohol maka senyawa tersebut dapat masuk ke aliran darah, plasenta, hingga akhirnya mempengaruhi bayi.

"Alkohol lebih terkonsentrasi di dalam tubuh janin. Bisa mencegah nutrisi dan oksigen mencapai organ-organ vital janin," tulis Healthline.



Simak Video "Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Menua dengan Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)