Kamis, 05 Des 2019 09:03 WIB

KLB Hepatitis A di Depok, Gejalanya Berbeda Tiap Usia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Wabah hepatitis A di Depok berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). Foto: Thinkstock
Jakarta - Per tanggal 3 Desember 2019, Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi 262 kasus hepatitis A di Depok, 171 orang di antaranya positif terinfeksi virus tersebut. Berdasarkan investigasi, perilaku tidak bersih office boy di SMPN 20 Depok lah yang menjadi penyebab penyebaran virus hepatitis A ini.

Virus hepatitis A biasanya mudah menginfeksi seseorang hanya dengan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penularan biasanya terjadi melalui fecal oral atau virus yang berasal dari makanan atau minuman terkontaminasi itu masuk lewat mulut kemudian tertelan dan masuk ke saluran pencernaan.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Dr dr Irsan Hasan, SpPD, KGEH menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi hepatitis A ini gejala yang dirasakan bervariasi bergantung pada usia. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang berbeda seiring bertambahnya usia.

"Pada anak-anak gejalanya lebih ringan. Kalau dia gampang masuk (makanan atau benda lain) ke mulutnya, tapi pada anak-anak biasanya gejalanya lebih ringan atau tidak bergejala. Umur dibawah lima tahun tidak bergejala, karena sebetulnya reaksi gejalanya itu karena reaksi imun. Reaksi imunnya belum kuat, sehingga gejalanya tidak terlalu hebat," katanya di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).


Berbanding terbalik dengan anak-anak orang dengan usia dewasa muda gejala yang timbul lebih terlihat namun lebih ringan daripada orang yang telah berusia hingga 40 tahun ke atas, biasanya mengalami gejala yang lebih berat.

"Usia 40 tahun ke atas yang biasanya sering lebih berat gejalanya, karena kekebalan tubuh. Karena responnya hebat. Respon kekebalan tubuh terhadap virus," imbuh dr Irsan.

Semakin kuat sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh seseorang, maka akan membuat bentrokan yang semakin lebih hebat dengan virus hepatitis A. Hasilnya, gejala yang timbul pun akan lebih berat dibandingkan sistem kekebalan tubuh yang belum terlalu kuat.

"Misalnya nih ngomong ke anak kecil 'kamu jelek!', anak kecil kan paling cuma (diam) gitu. Tapi, kalau ngomong ke saya, 'kamu jelek!' dan saya memukul kan berarti responnya lebih hebat," pungkas dr Irsan.



Simak Video "Awal Mula Hepatitis A di Depok yang Jangkiti Ratusan Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)