Kamis, 05 Des 2019 17:30 WIB

Suka Ngecat Rambut? Studi Sebut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi mengecat rambut. Foto: iStock
Jakarta - Menggunakan cat rambut nampaknya memang tidak membahayakan, namun sebuah studi baru yang dilakukan National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) Environment dan Cancer Epidemiology Group menyatakan sebaliknya.

Dalam studi tersebut dikatakan bahwa cat rambut permanen dan pelurus rambut kimia bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Selama ini para peneliti telah lama mengkaji kaitan yang mungkin ada antara cat rambut dengan kanker, namun hasilnya tak cukup konsisten.

"Pada studi kami, kami melihat risiko kanker payudara yang lebih tinggi yang terkait dengan penggunaan cat rambut, dan efeknya lebih kuat pada mereka yang sering menggunakannya," kata salah satu peneliti, Alexandra White, PhD, seperti dikutip dari Fox News.

Data ini dikumpulkan dari 46.709 yang berpartisipasi di Sister Study. Ditemukan bahwa wanita yang kerap menggunakan cat rambut permanen beberapa tahun sebelum bergabung dengan studi ini memiliki risiko kanker payudara 9 persen lebih tinggi ketimbang mereka yang tak melakukannya sama sekali.


Para peneliti menyebut mereka yang menggunakan produk tersebut setidaknya setiap lima hingga delapan minggu sekali memiliki peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 30 persen. Meski jumlahnya nampak mengkhawatirkan, peneliti menyebut studi ini tidak menjadi indikasi bahwa produk tertentu harus dilarang beredar atau produksi dari pasar karena hanya sebagai tindakan pencegahan.

"Kita terpapar dengan banyak hal yang berpotensi menjadi kanker payudara, dan tampaknya tidak mungkin bahwa hanya satu faktor tunggal yang bisa menjelaskan risiko para wanita. Masih cukup awal untuk membuat rekomendasi yang tegas namun menghindari kimia-kimia ini bisa menjadi satu hal yang bisa wanita lakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara mereka," jelas Dale Sandler, PhD, rekan penulis studi dan ketua NIEHS Cabang Epidemiologi.

Misalnya hal-hal seperti olahraga, diet, berat badan, konsumsi alkohol, merokok, paparan estrogen, kontrasepsi oral, stres dan rasa cemas telah teridentifikasi sebagai faktor risiko kanker payudara yang bisa dikendalikan pasien.

Walau begitu ada beberapa yang tak bisa dihindari seperti gender, usia, riwayat keluarga, ras, terapi radiasi ke dada, perubahan sel payudara, kehamilan, hingga menyusui.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)