Jumat, 06 Des 2019 10:38 WIB

Berbagai Mitos Soal Jerawat yang Harus Diketahui

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mitos jerawat yang harus diketahui. Foto ilustrasi: iStock Mitos jerawat yang harus diketahui. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta - Masalah kulit yang sering menjadi permasalahan banyak orang, salah satunya adalah jerawat. Jerawat ini disebut juga sebagai penyakit karena melibatkan berbagai faktor, seperti bakteri, adanya peradangan, infeksi, dan sumbatan.

Dokter ahli kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko, SpKK, mengatakan penyakit kulit seperti jerawat ini punya berbagai mitos. Mitos inilah yang masih banyak dipercaya masyarakat awam bahkan menjadi pemahaman yang keliru.

"Ada beberapa mitos atau kepercayaan yang malah jadi pemahaman yang keliru soal jerawat ini. Mulai dari jenis atau namanya sampai faktor yang bisa mempengaruhinya," ujarnya pada detikcom, Kamis (5/12/19).

Berdasarkan penuturan dr Anthony, ini beberapa mitos yang harus dipahami masyarakat awam tentang penyakit kulit jerawat ini.


1. Jerawat terjadi hanya pada orang yang masih puber

dr Anthony mengatakan, dulu sebelum teknologi secanggih sekarang orang beranggapan jerawat hanya muncul saat pubertas saja. Padahal, jerawat bisa muncul di usia berapa pun bahkan pada wanita menopause.

"Itu pemahaman yang keliru. Tapi memang lebih banyak terjadi pada saat masuk masa puber, karena terjadi ketidakseimbangan antara hormon laki-laki atau testosteron dan hormon perempuan atau estrogen. Nah, meningkatnya kelenjar minyak ini dipengaruhi hormon testosteron hingga produksi minyak berlebih," jelasnya.

2. Jerawat bisa diobati dengan facial

"Ini jelas-jelas mitos," kata dr Anthony.

Menurutnya, mengatasi jerawat tidak hanya dengan memencetnya atau memijat dengan alat-alat sampai nanahnya keluar. Justru tindakan itu akan membuat luka di kulit, terutama pori-pori, apalagi bila dipencet dengan tangan yang tidak bersih atau alat tidak steril.

"Nah itu bisa terjadi infeksi karena bakteri dari tangan dan alat bisa masuk ke dalam luka, terjadi peradangan, hingga infeksi. Sehingga timbul nanah dan benjolan itu jadi tegang, itulah yang disebut orang dengan jerawat batu," ujarnya.

3. Jerawat batu adalah salah satu jenis jerawat

dr Anthony menegaskan, jerawat batu itu tidak ada dalam dunia medis. Itu hanya sebutan atau istilah awam untuk jerawat yang besar, bernanah, dan keras seperti batu. 'Jerawat batu' ini terbentuk karena infeksi, sehingga timbul nanah di dalam pori-pori dan bentuknya menonjol keras.

4. Jerawat muncul karena faktor makanan

Kebanyakan orang mengatakan, mengkonsumsi makanan tertentu seperti kacang, yang berminyak, dan pedas bisa memicu jerawat tumbuh. Hal ini jelas-jelas ditekankan dr Anthony sebagai mitos.

"Sebenarnya orang yang pada diet buat ngurangin jerawat itu nggak ada hubungannya. Makanan sama sekali tidak mempengaruhi tumbuhnya jerawat, itu hanya persepsi saja. Kasihan kan ada makanan enak malah didiemin karena takut jerawatan, apa lagi katanya kecap bikin jerawat hitam salah banget itu," tukasnya.

Jerawat hanya disebabkan karena kandungan minyak yang jalan keluarnya terhambat karena debu, orang yang tidak higienis, dan faktor luar seperti polusi di udara.


Simak Video "Daging Tak Matang Bisa Bikin Infeksi Cacing Pita Sampai ke Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)