Sabtu, 07 Des 2019 09:49 WIB

Terpopuler Sepekan: Ganjar Nonton Porno, Harga Sepeda Brompton Selangit

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Sepeda Brompton yang dibawa pesawat Garuda Indonesia (Vadhia Lidyana)
Jakarta - Di awal pekan ini, masyarakat dibuat heboh dengan adanya ledakan yang terjadi di Monas, Selasa (3/12). Sumber ledakan disebut berasal dari granat asap.

Granat asap adalah granat berbentuk tabung atau kaleng yang biasanya digunakan sebagai alat isyarat, target penanda zoina pendaratan atau pergerakan tentara. Ada dua jenis granat asap yakni granat asap berwarna dan putih.

Mengutip Mel Magazine, ada beberapa kandungan dari granat asap. Granat asap berwarna biasanya mengandung kalium, magnesium karbonat, minyak tanah, tricalcium Phosphate, klorat, laktosa dan pewarna. Untuk granat putih, biasanya mengandung hexachloroethane-zinc dan aluminium granular.

Seorang militer di Amerika Serikat mengatakan, granat asap berwarna seringkali digunakan untuk mengkomunikasikan pesan berbeda. Makna di setiap warna dapat bervariaso tergantung pada unit militernya.

Walau granat asap modern dirancang untuk tidak secara langsung memancarkan api atau percikan api, granat itu tetap memicu bahaya dan kebakaran jika digunakan dengan keras.



Hari berikutnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat pengakuan bahwa ia pernah menonton film porno dan baginya tidak ada masalah selama tidak menyebarkannya.

"Kalau saya menonton film porno salahnya di mana? Saya dewasa, punya istri. Yang gak boleh itu saya kirim-kirim itu karena yang mengirim itu kena UU ITE dengan tuduhan menyebarkan," ujarnya.

"Kadang-kadang sebagai orang dewasa kan perlu, saya sehat kok, kecuali tiap hari saya bicara hal tentang pornografi, saya sebarin, sorrylah," tegasnya.

Pengakuan ganjar pun dikomentari oleh psikolog Ayu Mandari yang menyebut video porno memang menyebabkan efek yang tidak baik untuk tubuh, terutama otak. Namun, ini akan terjadi jika orang itu melakukannya secara berulang dan dengan frekuensi yang cukup intens.

"Memang menonton video atau konten porno bisa merusak otak, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing. Kalau terus dilakukan secara berulang dan frekuensinya intens, bisa menimbulkan adiksi atau kecanduan yang akhirnya bisa merusak otak," jelas Ayu.

Apakah itu akan berpengaruh pada perilaku, ia tidak bisa memastikannya. Ayu mengatakan, jika dilihat dari efek video porno itu sendiri yang bisa memicu hasrat seksual, pemikiran, serta meningkatkan fantasi seksual, orang itu semakin terdorong untuk mempraktikkan apa yang dia lihat.



Di hari yang sama, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan penyebab pasti terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A di Depok yang hingga tanggal 3 Desember sudah ada 262 kasus yang teridentifikasi, dan 171 di antaranya telah positif terinfeksi hepatitis A.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono, MKes mengatakan bahwa setelah dilakukannya investigasi dan penyelidikan, penyebab KLB hepatitis A ini adalah seorang petugas kebersihan atau office boy (OB) di SMPN 20 Depok.

"Kalau hasil investigasi yang ada, dari OB ini sebenarnya ya karena dia perilakunya. Jadi perilaku dia menyiapkan jajanan yang dimakan untuk anak-anak di kantinnya itu yang kurang baik," ungkap dr Anung di Gedung Adyatma Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Dia mengakui itu, cuci tangannya tidak benar dan bahan-bahan yang disajikan pun tidak dicuci dengan benar. Ini lebih pada perilaku," lanjutnya.



Belakangan ramai soal sepeda Brompton yang disorot di kasus Garuda, Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut berkomentar terkait ditemukannya sepeda dengan harga selangit ini.

"Sepeda kalau Rp 50 juta sekali mengayuh langsung hilang ya," kata Sri Mulyani sambil tertawa.

Sepeda Brompton yang tengah populer di masyarakat memang mengundang banyak perhatian. Menurut Ketua Brompton Owner Group Indonesia (BOGI) Baron Martanegara, ada beberapa alasan memilih sepeda lipat Brompton dibanding yang lain. Yang pasti, bukan semata-mata karena harganya yang mahal.

"Memilih Brompton sebetulnya karena lebih simpel saat digunakan. Sepeda ini mudah dilipat dan fashionable. Kita jadi lebih mudah kampanye hidup sehat dengan bersepeda, termasuk dengan eksplore lokasi tertentu atau piknik," kata Baron.

Meski berkualitas, Brompton adalah sepeda dengan harga yang tidak murah. Menurut Baron harga sebetulnya relatif, karena masih banyak sepeda lain yang harganya lebih mahal daripada Brompton.

"Harga relatif ya, kalau mampu ya dibeli. Kita beli bukan karena gengsinya tapi kegunaan sepeda. Ada banyak sepeda yang harganya berkisar Rp 50-100 juta dan bukan Brompton," ujar Baron.

Akhirnya, banyak muncul meme-meme soal sepeda Brompton yang harganya selangit padahal sama saja untuk bersepeda agar sehat.



Simak Video "Dampak Granat Meledak, Pendarahan Parah hingga Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)