Sabtu, 07 Des 2019 12:58 WIB

Sering Diabaikan Orangtua, Ini Tanda Awal Kebutaan pada Anak-anak

Meytha Cahyasari - detikHealth
Ilustrasi anak dengan gangguan mata. Foto: thinkstock
Jakarta - Salah satu gangguan penglihatan adalah kebutaan. Biasanya, orang yang mengalami kebutaan total sebelumnya mengalami low vision atau penglihatan buruk. Kondisi ini dapat muncul sejak lahir atau secara tiba-tiba, seperti mengalami kecelakaan atau karena komplikasi dari penyakit yang dialami.

Gejala low vision sedari lahir biasanya mulai dirasakan saat usia anak-anak. Sayangnya, gejala tersebut kerap diabaikan oleh para orangtua. Seperti yang dialami Jaka, seorang tunanetra yang sebelumnya mengalami low vision dan kini telah buta total (full blindness).

"Saya dulu masih mengidap low vision, saya bermain sepeda tapi karena penglihatan saya yang buruk pada akhirnya saya jatuh ke selokan. Ketika orangtua saya tahu mereka malah memarahi saya dan bilang kalau itu terjadi karena saya yang nakal," kata Jaka saat ditemui di acara simulasi tunanetra: Multi-Sensory Experience di Museum Macan, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019).



Agar kondisi anak yang memiliki gangguan penglihatan tidak semakin memburuk seperti Jaka, para orangtua harus mengetahui dan lebih menyadari tanda-tanda gangguan penglihatan anak sejak sedini mungkin sebagai upaya pencegahan yang masih bisa dihindari khususnya anak-anak usia 0-18 tahun.

Natalia Christina, Koordinator LAYAK (Layanan Anak dan Keluarga), sebuah yayasan yang berkecimpung di bidang sosial seperti rehabilitasi low vision menyebutkan beberapa tanda pada anak yang harus diwaspadai, sebagai berikut:

1. Anak sering memicingkan mata saat melihat suatu objek.
2. Sering menabrak barang-barang di sekitar, seperti pintu atau meja.
3. Menonton televisi dengan jarak satu meter dan membaca buku dengan jarak lima centimeter, itu sudah jelas merupakan jarak yang tidak normal.
4. Anak sulit mengenali wajah orang lain.
5. Anak kesulitan menemukan benda-benda di sekitarnya, meskipun jaraknya dekat.
6. Anak kesulitan bermain dengan teman-temannya karena ada masalah penglihatan.

Jika terdapat indikasi tersebut, sebaiknya orangtua jangan menunggu sampai kondisi penglihatan anak semakin parah. Segera konsultasikan ke dokter atau ahli kesehatan mata. Jika tanda-tanda di atas diabaikan, maka penglihatan anak bisa semakin buruk bahkan mengalami kebutaan lambat laun.



Simak Video "Kisah Inspiratif Pemuda Tunanetra Jadi Peselancar Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)
d'Rooftalk
×
Penemuan Rp 500 Juta di KRL
Penemuan Rp 500 Juta di KRL Selengkapnya