Minggu, 08 Des 2019 05:28 WIB

Kemungkinan Penyebab Ashanty Bentol-bentol Menurut Profesor Imunologi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ashanty mengidap autoimun (Foto: Palevi/detikHOT) Ashanty mengidap autoimun (Foto: Palevi/detikHOT)
Jakarta - Istri Anang Hermansyah, Ashanty diketahui saat ini didiagnonis mengidap penyakit autoimun. Namun bentol-bentol di sekujur tubuhnya yang disebut sebagai alergi tidak wajar belum tentu berhubungan dengan penyakit tersebut.

Pakar imunologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD KAI, menyatakan, bentol-bentol yang dialami oleh Ashanty belum tentu diakibatkan oleh autoimun.

"Jadi gini, belum tentu itu autoimun. Kita masih akan melakukan pemeriksaan. Mungkin, bisa dipicu oleh makanan yang beberapa waktu (lalu), kita enggak tahu sebelumnya bisa saja. Jadi, autoimun tidak harus gatal," kata Prof Iris saat ditemui detikcom, pada Sabtu (7/12/2019).

Prof Iris juga menjelaskan bahwa gejala yang dialami oleh Ashanty, lebih ke faktor kelelahan dan stres.

"Lebih mengena kelelahan yang berlebihan dan tidak seperti biasanya," ucap Prof Iris.

Faktor kelelahan dan stres juga bisa berpengaruh pada autoimun, karena dapat memicu penyakit yang ada di dalam dirinya menjadi bereaksi.



"Sebenarnya kalau itu ya kita enggak tahu setiap orang punya bakat sakit apa? Tapi kalau dipicu capek dan stres memang iya. Kalau orang bakatnya autoimun ya autoimun yang jadi. Kalau bakatnya asma ya asmanya yang jadi. Setiap penyakit itu bisa mencetuskan bakatnya yang muncul. Jadi setiap orang tidak harus selalu autoimun. Mungkin yang satu asma, yang satu gangguan pencernaan atau gatal-gatal, itu kecenderungannya dia bakatnya apa? Itu setiap orang akan muncul bakat penyakit yang ada kalau dipicu stres," ujar Prof Iris.

Stres juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Mulai dari memakan makanan yang mengandung pengawet, penyedap, hingga pewarna.

"Gaya hidup yang makan semabarangan. Jadi, dia makan vetsin (mecin) lah, pewarna, yang ada pengawet, sembarangan konsumsi gluten (protein pada gandum). Kebanyakan makan gluten kan kasihan ususnya. Jadi, itu adalah hal-hal yang sekarang ini belum terlalu setiap dokter menerima konsep itu untuk autoimun," tambah Prof Iris.

Mengurangi mengkonsumsi tepung-tepungan dan gluten juga bisa berdampak baik pada pencernaan, dan membuat autoimun menjadi lebih baik.

"Yang saya lihat, beberapa orang dengan menghindari tepung terigu, tepung gandum, oatmeal, itu lebih baik pencernaannya, karena autoimunnya juga menjadi lebih baik. Apalagi sekarang produk gluten free (bebas protein gandum) sudah semakin banyak. Laku sekarang produk gluten free, karena autoimun sedang naik daun," tuturnya.



Simak Video "Lebih Dekat dengan Komunitas Autoimun Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)