Senin, 09 Des 2019 21:00 WIB

Kasus Bayi Tanpa Kepala Bikin Cemas, Ini Tips Titipkan Anak di Daycare

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Tempat penitipan balita Yusuf yang menghilang. (Foto: Yovanda-detikcom) Tempat penitipan balita Yusuf yang menghilang. (Foto: Yovanda-detikcom)
Jakarta - Ditemukannya mayat balita tanpa kepala di sebuah parit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur mengundang kekhawatiran para orang tua. Mereka yang menitipkan anaknya di daycare jadi waswas, mengingat korban sebelumnya juga dititipkan di daycare.

Psikolog Ayu Mandari mengatakan, yang terpenting ketika menitipkan anak di day care ataupun di rumah orang tua adalah tetap harus mengenal dan memperhatikan lingkungannya. Tidak hanya tempatnya, tapi orang-orang yang ada di sekitarnya walaupun orang itu dikenal baik oleh orang tuanya.

"Mau di day care atau di rumah sekalipun, kita harus tetap mengenal dan mengetahui dengan siapa anak kita dititipkan. Aman atau tidak lingkungan sekitarnya," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (9/12/19).

Selain itu, Ayu juga membagikan tips untuk para orangtua, agar tetap aman dalam menitipkan anaknya di day care seperti kasus di Samarinda.


1. Orang tua harus mengenal lingkungan tempat day care berada

Sebagai orang tua, Ayu mengatakan mereka harus mengenal lebih dulu tempat day care tersebut. Dari segi lingkungan sekitar, kegiatan atau program apa saja yang dilakukan dalam sehari, bahkan orang yang berkomunikasi dengan anak.

"Untuk menjamin keamanan anak, kita mungkin harus mengenal siapa pemilik day care itu. Selain itu, program yang akan dijalani anak kita itu seperti apa, terpenting siapa yang akan berkomunikasi dengan anak. Misal orang tua anak lain yang ada di situ, kita mesti tahu sedikit ataupun banyak," jelasnya.


2. Mengenal pengasuh anak

"Kita juga sangat harus tahu latar belakang dari pengasuh anak kita. Kenapa? Ya karena mereka lah yang akan merawat anak kita sehari penuh sampai kembali dari bekerja," kata Ayu.

Menurut Ayu, dengan cara seperti itu kita bisa mempertimbangkan apakah anak akan aman dititipkan di tempat itu atau malah sebaliknya.

"Kalau mengenal baik kan jadi lebih percaya dan tidak terlalu khawatir," imbuhnya.

3. Membangun komunikasi yang baik dengan orang di sekitar

Dalam membangun komunikasi dengan orang di sekitar day care, tidak perlu juga terlalu rutin. Komunikasi antara orangtua dengan orang yang ada di sekitar day care harus terbangun positif dan baik.

"Tidak perlu terlalu rutin seperti per satu jam sekali. Cukup saat kita mengantarkan anak atau saat menjemputnya. Kita juga bisa menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan seharian ini," tukas Ayu.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)