Selasa, 10 Des 2019 05:00 WIB

Positif HIV Tak Selalu Sakit-sakitan dan Kurus Kering, Pria Ini Buktinya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pengidap HIV tetap bisa hidup sehat dengan pengobatan teratur (Foto: iStock) Pengidap HIV tetap bisa hidup sehat dengan pengobatan teratur (Foto: iStock)
Jakarta - Diskriminasi dan stigma (pandangan negatif) yang terjadi pada pengidap HIV (Human Immunodeficency Virus) masih kerap terjadi di lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan kurangnya edukasi pada masyarakat tentang HIV. Tanpa disadari, diskriminasi dan stigma ini bisa membuat pengidapnya merasa dikucilkan dan tidak diharapkan kehadirannya oleh lingkungan sekitar.

Menurut konselor HIV, Antonio Blanco yang juga merupakan pengidap HIV, justru bagi yang telah positif terkena HIV tidak perlu takut, dan menutup diri, serta perlu menunjukkan kepada lingkungan, bahwa pengidap HIV itu sama seperti orang lainnya.

"Kamu HIV positif masih bisa produktif, dan masih bisa berkarya, sama kok seperti orang lain. Jadi, enggak ada yang perlu ditakutkan," kata Antonio saat ditemui detikcom, pada Senin (9/12/2019).



Antonio pun menjelaskan, jika hanya menutup diri, maka stigma yang terjadi di lingkungan masyarakat akan mau terjadi sampai kapan?

"Justru anggapan-anggapan mereka yang seperti kita tahu, mungkin ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS) itu badannya kurus kering, tetapi saya menujukkan diri. 'Kok mas Antoni gemuk sih? Jadi mereka berpikir, oh iya dengan cara yang kita tunjukkan secara langsung kepada masyarakat, kita bersamalan, duduk dan makan bersama, tidak menular bukan? Jadi, harus lebih gencar lagi," ucap Antonio.


Diskriminasi dan stigma yang terjadi di lingkungan masyarakat memang perlu dihilangkan, karena pengidap HIV pun mempunyai hak yang sama seperti orang lain pada umumnya.

Saat ini, diestimasikan terdapat 640.000 orang yang hidup dengan HIV di Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 55% yang mengetahui status HIV mereka, dan hanya 19% yang ada dalam pengobatan ARV (antiretroviral). Dari estimasi 640.000 orang tersebut, 220.000 orang adalah perempuan dewasa (usia 15 tahun ke atas) dan 18.000 adalah anak berusia 0-14 tahun.





Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)