Selasa, 10 Des 2019 10:48 WIB

Pria di Balik Tantangan Viral 'Ice Bucket Challenge' Meninggal Dunia

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pete Frates semasa hidup. Foto: Michael Loccisano/Getty Images for Sports Illustrated
Jakarta - Pete Frates, pria yang menginspirasi ribuan warganet untuk berpartisipasi pada tantangan viral 'Ice Bucket Challenge', meninggal dunia di usia 34 tahun. Tantangan ini dilakukan untuk menggalang donasi bagi penelitian penyakit ALS, yang diidapnya sejak 2012 lalu.

"Hari ini Surga telah menerima malaikat kami: Peter Frates. Suami dari Julie, ayah dari Lucy, anak laki-laki dari John dan Nancy, saudara laki-laki dari Andrew dan Jennifer, Pete meninggal dikelilingi oleh keluarga yang mencintainya, secara damai di usia 34, setelah berjuang melawan ALS secara heroik. Pete adalah inspirasi bagi banyak orang di dunia yang menjadi kuat karena keberanian dan ketangguhannya," tulis pernyataan keluarganya.

Dikutip dari Fox News, Pete terdiagnosis ALS atau Amyotrophic lateral sclerosis pada tahun 2012 di usia 27 tahun. Setelah itu ia menikahi istrinya dan putrinya lahir. Beberapa tahun kemudian, Ice Bucket Challenge menjadi viral dan ia menerima banyak penghargaan akan kerja dan dedikasinya untuk menyebarkan kepedulian akan penyakit tersebut.


ALS merupakan penyakit degeneratif saraf yang progresif dan sangat langka, yang menyerang sel-sel saraf di otak dan di tulang punggung, menurut The ALS Foundation. Stephen Hawking adalah salah satu orang terkenal yang memiliki penyakit tersebut, dan sama seperti semua pengidap ALS, mereka kerap divonis tak hidup cukup lama.

Pete saat menonton pertandingan football, salah satu olahraga kegemarannya. Pete saat menonton pertandingan football, salah satu olahraga kegemarannya. Foto: Michael Loccisano/Getty Images for Sports Illustrated

Bagi keluarga Pete, ia adalah sosok pemimpin dan juga rekan kerja yang luar biasa. Ia juga menjadi role model yang baik bagi para atlet muda akan keberanian dan kekuatan positifnya.

"Yang luar biasa lagi, Pete tak pernah mengeluh akan penyakitnya. Malahan, ia melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk memberikan harapan bagi para pengidap dan keluarga mereka. Semasa hidup, ia bertekad untuk mengubah penyakit yang sebelumnya dikenal tak memiliki penanganan atau pengobatan," lanjut pernyataan tersebut.

Walhasil, berkat jerih payahnya dan dukungan dari orang sekitarnya ia berhasil mengumpulkan donasi dari seluruh dunia untuk akses yang lebih baik bagi ALS, penemuan genetik, penanganan, dan suatu hari nanti, penyembuhannya.

"Berkabunglah untuk Pete dan harapannya yang diberikan oleh hal-hal berikut ini: tetap passionate, jujur pada diri sendiri, bekerja keras, dan jangan pernah takut untuk berjuang lebih keras," tandas keluarga Pete.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)