Rabu, 11 Des 2019 08:00 WIB

Mitos-mitos Diabetes yang Tak Perlu Dipercaya Lagi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ada banyak mitos terkait diabetes yang tak perlu dipercaya lagi (Foto: shutterstock)
Jakarta - Diabetes saat ini menjadi salah penyakit yang paling ditakuti masyarakat. Gangguan kadar gula bisa mengganggu fungsi organ lain hingga muncul penyakit lainnya.

Penyakit yang bisa dicegah ini lekat dengan berbagai mitos, misal orang dengan diabetes tidak boleh makan gula. Berikut mitos lain terkait diabetes dan penjelasannya dikutip dari The Healthy dan Medical News Today.



1. Tidak boleh mengonsumsi gula

Diabetes memang terkait dengan gangguan kadar gula di dalam tubuh. Namun bukan berarti, orang dengan diabetes tidak boleh lagi mengonsumsi gula. Asupan gula tetap harus dikonsumsi sebagai sumber energi tapi dalam jumlah seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

"Mungkin butuh trial and error hingga diperoleh dosis konsumsi gula serta insulin yang tepat. Namun kondisi ini bisa diatur dan dipelajari. Pasien bisa menggunakan glucose monitor jika memungkinkan untuk mengetahui perubahan kadar gula dalam tubuh," kata Health Care & Education at the American Diabetes Association David G. Marrero, PhD.

2. Diabetes bisa sembuh

Hingga kini tidak ada obat yang dianggap mampu menyembuhkan diabetes. Namun gangguan ini bisa masuk dalam fase remisi, saat tubuh tak lagi menunjukkan tanda diabetes meski penyakit ini masih ada.

Remisi biasanya ditandai dengan kadar Hemoglobin A1C (HbA1C) yang kurang dari 6 persen. Kadar HbA1C mengindikasikan level gula darah selama lebih dari tiga bulan. Meski tidak bisa sembuh, diabetes bisa dicegah dan dikendalikan dengan pola hidup sehat serta kontrol teratur.



3. Hanya terjadi pada yang kelebihan berat badan

Hampir 85 persen orang dengan diabetes biasanya mengalami kelebihan berat badan, namun ada 15 persen yang punya bobot normal. Dalam kasus ini ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi, misal sejarah diabetes dalam keluarga.

Faktor lain adalah penumpukan lemak di daerah perut atau yang mengelilingi organ internal. Lemak ini mempengaruhi kerja liver dan pankreas, hingga meningkatkan risiko terkena diabetes. Karena itu sangat disarankan menerapkan pola hidup sehat serta kontrol teratur, bagi yang punya riwayat diabetes.

4. Tidak ada gejala

Seperti penyakit lain, diabetes sebetulnya sudah menunjukkan gejala namun kerap kali diabaikan. Tak heran jika 25 persen orang dengan diabetes tidak sadar dirinya mengalami penyakit tersebut.

Beberapa gejala diabetes yang harus diwaspadai adalah terus merasa haus meski sudah minum, konsumsi cairan lebih banyak daripada baisa, sering ke kamar kecil untuk buang air, lelah dan lapar sepanjang hari, berat badan turun meski tidak diet atau melakukan perubahan gaya hidup. Jika gejala ini terjadi sebaiknya segera konsultasi ke dokter.



Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)