Rabu, 11 Des 2019 12:35 WIB

Pengakuan 'Abang None' yang Viral Paru-parunya Kolaps karena Rokok

Firdaus Anwar - detikHealth
Daus saat dirawat di rumah sakit karena paru-paru kolaps. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta - Di Facebook viral cerita seorang pria yang menunjukkan fotonya dirawat dengan selang melubangi dada. Seam Firdaus (31), yang akrab disapa Daus, mengaku paru-parunya kolaps karena kebiasaan merokok.

Kepada detikcom pria yang pernah mengikuti kompetisi Abang None antarmal ini bercerita biasa merokok sejak 2006. Ia tidak pernah mengalami masalah kesehatan sampai tiba-tiba saja pada 31 Agustus 2019 dadanya terasa sesak.

"Pas saya mau in charge di tempat kerja, tiba-tiba napas berasa sesak dan dada berasa ditusuk. Kalau jalan, saya sakit banget dadanya," kata Daus saat dihubungi Rabu (11/12/2019).


Daus sempat dibawa ke klinik, tapi kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk diperiksa dengan rontgen. Hasilnya, dokter menyebut Daus mengalami paru-paru kolaps atau pneumotoraks (pneumothorax) sehingga harus dipasang selang untuk memperbaikinya.

Pneumotoraks adalah kondisi saat udara masuk ke ruangan di sekitar paru-paru (ruang pleura). Udara bisa masuk sendiri ke dalam ruang pleura saat ada luka terbuka pada dinding dada atau robekan atau pecahan di jaringan paru-paru, mengganggu tekanan udara yang membuat paru-paru mengembang.

"Dokter vonis pneumothorax saya ini 90 persen karena merokok," ungkap Daus.

"Saya sempat nego dengan dokter untuk meminta opsi lain selain operasi pemasangan selang ini, tapi dokter bilang nggak ada opsi lain. Semakin parah paru-paru saya jika tidak dilakukan tindakan dan bisa berujung kematian," lanjutnya.

Saat ini Daus masih dalam masa pemulihan. Ia sudah berhenti merokok dan sengaja membagikan kisahnya di Facebook karena ingin lebih banyak orang benar-benar paham bahaya rokok.

Sebelumnya pernah diberitakan kisah serupa yang viral di media sosial. Spesialis paru dr Rezki Tantular, SpP, membenarkan bahwa memang kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko pneumotoraks.

"Rokok sendiri secara jangka pendek dapat meningkatkan risiko pecahnya bleb yang ada di dalam paru, dan jangka lama dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis yang berisiko juga mengalami pneumothorax," kata dr Rezki saat dihubungi terpisah.



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)