Gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah sensasi terbakar di dada (heartburn), kesulitan menelan, batuk kronis, radang tenggorokan, sesak napas, bahkan hingga gangguan pada saat tidur.
Menurut ahli pencernaan Prof Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), bila seseorang sudah mengalami gejala-gejala dari penyakit GERD ini, maka perlu dilakukannya modifikasi gaya hidup untuk mengurangi refluks, serta mencegah kekambuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Pantangan untuk makan-makanan tertentu seperti coklat dan keju juga diperlukan.
"Kenapa kok coklat dan keju? Itu membuat pengosongan lambung menjadi lambat, sehingga akan membuat sfingter (cincin lambung yang berfungsi sebagai penahan asam pada lambung) itu menjadi lemah," tambah Prof Ari.
Prof Ari juga memberi contoh bahwa ada pasiennya yang baru berusia 20 tahun sudah terkena penyakit asam lambung GERD, akibat memakan keju dalam siklus yang berulang-ulang.
"Bahkan ada pasien saya baru 20 tahun sudah terkena GERD, kenapa? Tiap malam itu dia kalau makan harus pakai keju. Itu hal yang wajar, 20 tahun sudah terkena GERD," ucap Prof Ari memberikan contoh.
(up/up)











































