Kamis, 12 Des 2019 09:00 WIB

Teror Asam Lambung di Balik Nikmatnya Cokelat dan Keju

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Lezatnya lelehan keju sangat menggoda, tapi kalau berlebihan bahaya bagi lambung (Foto: Getty Images)
Jakarta - Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan asam lambung mengalir kembali (refluks) secara berulang ke dalam kerongkongan (esofagus), yang menyebabkan iritasi dari kerongkongan serta rasa sakit seperti terbakar di dada.

Gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah sensasi terbakar di dada (heartburn), kesulitan menelan, batuk kronis, radang tenggorokan, sesak napas, bahkan hingga gangguan pada saat tidur.

Menurut ahli pencernaan Prof Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), bila seseorang sudah mengalami gejala-gejala dari penyakit GERD ini, maka perlu dilakukannya modifikasi gaya hidup untuk mengurangi refluks, serta mencegah kekambuhan.

"Berhenti merokok, minum alkoholnya stop. Saya sih terus terang merokok itu enggak gampang (berhenti) untuk yang terbiasa merokok," jelas Prof Ari, di Aula Prodia Tower, pada Minggu (1/12/2019).



Tak hanya berhenti merokok dan minum minuman beralkohol. Pantangan untuk makan-makanan tertentu seperti coklat dan keju juga diperlukan.

"Kenapa kok coklat dan keju? Itu membuat pengosongan lambung menjadi lambat, sehingga akan membuat sfingter (cincin lambung yang berfungsi sebagai penahan asam pada lambung) itu menjadi lemah," tambah Prof Ari.

Prof Ari juga memberi contoh bahwa ada pasiennya yang baru berusia 20 tahun sudah terkena penyakit asam lambung GERD, akibat memakan keju dalam siklus yang berulang-ulang.

"Bahkan ada pasien saya baru 20 tahun sudah terkena GERD, kenapa? Tiap malam itu dia kalau makan harus pakai keju. Itu hal yang wajar, 20 tahun sudah terkena GERD," ucap Prof Ari memberikan contoh.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)