Kamis, 12 Des 2019 16:20 WIB

Soal IG Live Bunuh Diri Aida Saskia, Urusan Nyawa Lebih Baik Overestimate

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aida Saskia. Foto: Instagram Aida Saskia. Foto: Instagram
Jakarta - Sempat menghebohkan, Aida Saskia mengakui bahwa live Instagram-nya yang menunjukkan percobaan bunuh diri bukanlah prank semata. Ia menyebut dirinya sedang kalut, merasa tidak berguna, depresi, dan ingin segera mengakhiri hidup, ditambah adanya dorongan penyakit bipolar yang ia sebut sudah diidapnya selama 15 tahun.

"Aida melakukan itu semua diluar kendali Aida. Saat itu Aida hanya ingin mati saja. Semoga kejadian ini yang terakhir yang terjadi terhadapku. Dan saya saat ini sedang konsultasi dan therapy ke Dokter yang menangani saya selama ini. Mohon doa dari semua para sahabat," tulis klarifikasi Aida pada laman Instagram-nya, seperti dilihat detikcom, Kamis (12/12/2019).

Sebagai aktivis kesehatan jiwa dan pendiri Into The Light Indonesia, Benny Prawira sempat menyayangkan banyaknya prank akhir-akhir ini yang menggunakan isu sensitif, seperti pemerkosaan, bunuh diri, atau yang belakangan ini ramai, pada ojek online.


Lebih baik kita overestimate dan kita salah, daripada kita underestimate tapi ternyata dia memang pengin mati Benny Prawira - Into The Light Indonesia

Sarannya, netizen harus cerdas dan bisa menanggapi dengan serius terlebih dahulu. Apakah dia menjadikan itu bahan bercandaan atau tidak, jadi urusan belakangan. Benny menambahkan, tidak ada yang tahu apa intensi seseorang melakukan hal tersebut.

Oleh karena itu yang bisa dilakukan hanyalah 'mengamankan' mereka terlebih dahulu, terlepas apapun niat yang dia lakukan. Hal ini diharapkan agar orang-orang tidak semakin tak acuh pada permintaan tolong di media sosial.

"Apapun yang terjadi, apapun yang jadi motivasi orang ketika dia berbicara mengenai bunuh diri di media sosial tetap saja tanggapin dulu. Lebih baik kita overestimate dan kita salah, daripada kita underestimate tapi ternyata dia memang pengin mati," ujar Benny kepada detikcom.

"Makanya sejak awal, saya juga bilang lebih baik fokus aja berikan bantuan, kalaupun itu salah karena prank atau candaan yah wes, nggak ada nyawa yang ilang. Kalau ternyata bener orangnya suicidal dan bipolar kayak gini kan bahaya yah, dengan kecaman dan ejekan itu semua," pungkasnya.

Jika menemukan atau bahkan mengalami gejala yang menunjukkan keinginan bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Komunitas Yayasan Pulih bisa menjadi pilihan yang bisa kamu hubungi lewat instagram di @yayasanpulih dan email di pulihcounseling@gmail.com atau melalui Hotline Kementerian Kesehatan di 1500-567.



Simak Video "Kemenkes RI Sebut Belum Ada Vaksin untuk Virus Corona China"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)