Jumat, 13 Des 2019 09:00 WIB

Sulli hingga Aida Saskia, Ragam Sikap Manajer Soal Artis Bunuh Diri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Goo Hara dan Sulli (Foto: Instagram)
Jakarta - Aida Saskia mengakui bahwa sebutan prank pada video live Instagram-nya yang menunjukkan percobaan bunuh diri adalah inisiatif dari sang manajer. Dalam klarifikasinya di postingan IG, Aida mengatakan hal tersebut dilakukan guna mencegah kepanikan yang berlebihan.

Percobaan bunuh diri yang ia lakukan secara live di akun Instagramnya diakui benar. Dilihat detikcom, dalam live IG tersebut Aida tampak 'menenggak' cairan dari botol, lalu seusainya tampak lemas.

"Mungkin saat itu situasinya sangat sulit untuk mengatakan apa atau bicara apa ke media yg bertanya, spontanitas muncul ide kata prank dari Riko yg sudah menyelamatkan nyawa saya," tulis Aida dalam akun Instagramnya, seperti dikutip detikcom, Kamis (12/12/2019).

"Menyampaikan ke kak Madi waktu itu juga panik karna tau dari awak media dan banyak di tanya oleh awak media,ketika ada wartawan yang menanyakan kejadiannya kepada orang-orang yang dekat denganku tolong di jawab aja ini prank,supaya tidak terjadi kepanikan yg berlebihan," lanjutnya.



Bunuh diri belakangan ini jadi pusat perhatian di kalangan selebritis, termasuk dan terutama mereka yang berkecimpung dalam dunia K-Pop. Beban ketenaran dan depresi disinyalir menjadi pemicu utama banyaknya seleb asal Negeri Ginseng mengakhiri hidup.

Peran seorang manajer pun kerap menjadi sorotan. Di beberapa manajemen artis Kpop, kepedulian para manajer akan kesehatan jiwa dari artis yang mereka naungi jelas akan menjadi pertanyaan.

Seperti halnya yang belum lama ini terjadi pada Sulli, idol K-Pop yang berada dalam naungan SM Entertaiment. Banyak publik yang menyayangkan kurang pekanya SM Entertaiment pada isu kesehatan mental artis mereka setelah sebelumnya kasus yang sama pernah terjadi pada mendiang Jonghyun SHInee.



Direktur non-eksekutif SM Entertaiment, BoA, yang juga seorang idol dalam sebuah wawancara menyatakan agensi peduli pada kesehatan mental yang dialami oleh idol mereka.

"Saya bertanggungjawab atas perawatan kesehatan mental idol yang debut di usia muda," kata BoA.

Meski sudah memiliki standar pelayanan untuk kesehatan mental, idol yang berada di naungan SM Entertaiment pun tetap punya kerentanan mengalami masalah kesehatan jiwa seperti yang belum lama diungkapkan oleh Taeyeon dan Tiffany SNSD.

Terlebih masih tak ada agensi yang bisa menindak tegas Knetz atau netizen Korea Selatan ketika mereka melakukan cyberbullying dan akhirnya harus dihadapi sendiri oleh idol.

"Banyak junior menahan sakit hatinya dan pura-pura tersenyum, lalu para pengedar menawarkan psikotropika...sementara perusahaan besar (agensi) malas mengambil tindakan," tulis Donghwan Shinwaa beberapa waktu lalu.

Saat ini Parlemen Korea mengusulkan rancangan undang-undang melawan pelaku kebencian dan cyberbullyng di negara tersebut. Diharapkan ke depannya agensi lebih peka dalam melindungi artis yang mereka naungi.



Jika menemukan atau bahkan mengalami gejala yang menunjukkan keinginan bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Komunitas Yayasan Pulih bisa menjadi pilihan yang bisa kamu hubungi lewat instagram di @yayasanpulih dan email di pulihcounseling@gmail.com atau melalui Hotline Kementerian Kesehatan di 1500-567.

Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)