Jumat, 13 Des 2019 12:02 WIB

Anti-Bisa di Indonesia Baru Ada untuk 3 Jenis Ular, Salah Satunya Kobra

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Anak ular kobra yang ditemukan di Perumahan Royal Citayam Residence. (Sachril-detikcom) Foto: Anak ular kobra yang ditemukan di Perumahan Royal Citayam Residence. (Sachril-detikcom)
Jakarta - Puluhan anak ular kobra ditemukan warga Royal Citayam Residence, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Total sudah ada 29 anak ular kobra yang ditemukan namun sampai sekarang induknya belum ditemukan.

Animal rescuer Rizki Maulana menyebut, meskipun masih anakan, ular kobra tetap berbisa. "Semenjak dia (anak ular kobra) menetas, dia sudah bawa bisa," kata Rizki kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Gigitan ular kobra disebut sangat mematikan. Bisa ular king kobra mengandung racun yang menyerang sistem saraf manusia. Salah satu yang bisa menyelamatkan nyawa jika terkena bisa ular adalah dengan anti-bisa atau penangkalnya.



Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia, dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, mengatakan bahwa serum atau anti-bisa yang umum digunakan di Indonesia produksi PT Bio Farma hanya untuk tiga jenis ular.

"Di kita tidak ada antidote bisa yang spesifik sesuai jenis ularnya. Cuma dibuat dari serum ular kobra sama tanah, jadi kalau ada gigitan ular eksotis jenis yang lain mungkin tidak kena," kata dr Wisnu.

Adapun 3 jenis anti-bisa yang tersedia di Indonesia adalah untuk ular kobra (Naja sputatrix), ular belang (Bungarus fasciatus), dan ular tanah (Agkistrodon rhodostoma).



Sementara menurut peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy ada dua jenis ular kobra di Indonesia, yakni kobra Sumatera dan kobra Jawa. Ular tersebut punya kemampuan menyemprotkan bisa.

"Kobra Sumatera atau Naja sumatrana yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan dan kobra Jawa atau Naja sputarix yang terdistribusi di Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Rinca, Sumbawa dan Flores," ujar Amir dalam keterangan tertulis, seperti yang diberitakan detikcom, Jumat (13/12/2019).



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)