Sabtu, 14 Des 2019 08:42 WIB

Rinitis Alergi: Gejala, Pemicu dan Pengobatannya

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Rinitis Alergi: Gejala, Pemicu dan Pengobatannya Foto: thinkstock
Jakarta - Rinitis alergi atau hay fever adalah peradangan yang terjadi pada hidung ketika sistem imun bereaksi terhadap alergen di udara. Gejala alergi ini terbilang mirip dengan gejala pilek biasa, tapi ada beberapa perbedaan yang signifikan.

Alergi ini lebih banyak ditemukan di negara atau kawasan dengan empat musim. Seseorang yang menderita rinitis alergi bisa mengalami reaksi alergi di tiap musim, sepanjang tahun atau kapan saja tergantung paparan alergen.



Untuk menangani gejala rinitis alergi kalian harus mengetahui apa yang menjadi pemicu dan penyebab alergi. Berikut serba-serbi seputar rinitis alergi yang dirangkum detikHealth:

1. Penyebab Rinitis Alergi

Seseorang menderita rinitis alergi karena sistem kekebalan tubuh mereka mengidentifikasi material di udara yang tidak berbahaya sebagai sesuatu yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh kemudian memproduksi antibodi untuk melawan material berbahaya ini.

Setelahnya ketika kalian bertemu dengan material tersebut, antibodi akan memberi sinyal kepada sistem kekebalan tubuh untuk mengeluarkan bahan kimia seperti histamin ke aliran darah. Hal ini bisa menyebabkan reaksi yang mengarah pada gejala rinitis alergi.

2. Gejala Rinitis Alergi

Gejala rinitis alergi terbilang mirip dengan gejala batuk atau pilek biasa. Gejala-gejala tersebut antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin, mata merah dan gatal, batuk, tenggorokan gatal, hidung gatal dan kulit gatal.

Jika gejala rinitis alergi dirasakan hingga berhari-hari bisa menyebabkan beberapa kondisi tambahan seperti radang tenggorokan, sakit kepala, bagian bawah mata membengkak, kemampuan penciuman menurun dan kelelahan.

Ada beberapa hal yang membedakan gejala rinitis alergi dengan gejala batuk pilek biasa. Gejala rinitis alergi biasanya langsung dirasakan setelah terpapar alergen, sedangkan gejala batuk pilek baru dirasakan beberapa hari setelah terpapar virus.

Selain itu, durasi rinitis alergi akan terus berlangsung selama penderita terpapar alergen. Durasi batuk pilek biasa akan hilang dalam 3-7 hari.

3. Faktor Pemicu

Gejala rinitis alergi biasanya akan dipicu oleh paparan alergen. Alergen ini bisa ditemukan di dalam maupun luar ruangan, musiman atau sepanjang tahun.

Beberapa jenis alergen luar ruangan yang biasa memicu rinitis alergi musiman adalah serbuk sari pohon, rumput atau ragweed. Sedangkan alergen dalam ruangan bisa memicu rinitis alergi sepanjang tahun antara lain tungau debu, bulu hewan peliharaan, kecoa, jamur dan spora.

Selain alergen di atas, ada juga beberapa faktor yang bisa membuat gejala rinitis alergi menjadi lebih parah. Hal ini dikarenakan rinitis alergi mengakibatkan peradangan di lapisan hidung dan membuat hidung menjadi lebih sensitif terhadap iritan di udara.

Beberapa faktor tersebut antara lain asap dari kayu yang dibakar, polusi udara, asap rokok, angin, bau menyengat serta suhu yang berubah menjadi dingin.
4. Komplikasi

Rinitis alergi sebenarnya tidak berbahaya dan mengancam. Tapi kondisi ini bisa mengakibatkan beberapa komplikasi seperti mengganggu kehidupan sehari-hari, susah tidur, asma yang memburuk, sinusitis dan infeksi telinga.

5. Mengobati Rinitis Alergi

Cara mengobati rinitis alergi adalah dengan mengonsumsi obat antihistamin yang bisa didapatkan di apotek. Kalian bisa saja mencegah munculnya gejala rinitis alergi jika mengonsumsi obat tersebut sebelum terpapar alergen.

Jika gejala yang kalian alami terbilang parah, kalian bisa saja diberi obat khusus oleh dokter. Obat tersebut bisa berupa imunoterapi atau suntikan alergi.

Selain mengonsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup juga bisa mengurangi gejala rinitis alergi. Jika alergi kalian disebabkan oleh debu dan jamur, bisa diatasi dengan lebih rajin membersihkan rumah serta menggunakan dehumidifier.

Jika alergi kalian disebabkan oleh alergen outdoor, sebisa mungkin tutup semua jendela untuk mencegah serbuk sari masuk ke dalam rumah. Saat berada di luar rumah, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata.

Makanan juga bisa membantu mengurangi gejala rinitis alergi. Konsumsi makanan yang mengandung kunyit, spirulina, capsicum, vitamin C, minyak ikan dan madu untuk mengurangi rinitis alergi.

Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/erd)