Sabtu, 14 Des 2019 09:12 WIB

Tren Hamil Bayi Tabung di Indonesia

Content Promotion - detikHealth
Foto: Dok. Morula
Jakarta - Bayi tabung atau In Vitro Fertilization adalah sebuah teknik Reproduksi berbantu dengan cara mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur. Kedua sel tersebut diletakkan dalam sebuah cawan berisi medium tertentu yang keseluruhan prosesnya dilakukan di luar tubuh manusia.

Perkawinan dan pengkondisian antara sel sperma dengan sel telur dilakukan menggunakan media kultur dan dilaksanakan di Laboratorium Embriologi. Program bayi tabung sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini, jumlah siklus bayi tabung di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 10.000 siklus di mana 40 persennya dilakukan di klinik Morula IVF.

Pada program bayi tabung ini, jumlah dan kualitas sperma yang tidak normal (jumlah yang minim atau kualitas yang bagus hanya sedikit) tidak menjadi permasalahan. Pasalnya sperma akan dipilih yang terbaik, kemudian dilakukan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) yaitu dengan cara menyuntikkan satu sel sperma ke dalam satu sel telur.

Teknik ini dilakukan oleh Embriolog yang telah berpengalaman di bidangnya. Sementara itu, inkubasi dilaksanakan selama beberapa hari untuk memantau terjadinya pembuahan normal hingga membentuk embrio yang kemudian disemprotkan ke dalam rahim sekitar 3 atau 5 hari setelah prosedur pengambilan sel telur dilakukan.

Salah satu teknologi yang membantu mencegah kegagalan bayi tabung adalah teknologi PGT-A (Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy). Menurut Scientific Director Morula IVF, Profesor Arief Boediono, PGT-A adalah pemeriksaan kromosom pada embrio sebelum penanaman kembali embrio ke dalam rahim yang terbukti meningkatkan keberhasilan program IVF hingga 70 persen.

"Dengan teknologi ini bisa dilihat kromosomnya bagus atau tidak. Nanti dipilih satu, sisanya dibekukan. Kalau yang pertama gagal, embrio yang disimpan itu bisa dipakai," kata Profesor Arief.

Profesor Arief menjelaskan, teknologi lain yang juga diterapkan di Morula IVF adalah teknologi timelapse, yaitu mikroskop untuk pengamatan embrio yang ditanam dalam inkubator. Teknologi ini membuat pengamatan embrio lebih praktis.

Menurut Profesor Arief, sebelum ada teknologi ini, pengamatan dilakukan secara manual, yakni embrio yang disimpan di inkubator diambil untuk dilihat perkembangannya memakai mikroskop di hari ketiga atau kelima.

"Dengan teknologi mikroskop ini, perkembangan embrio bisa dilihat melalui layar komputer tanpa mengeluarkannya dari inkubator, sehingga tidak mengganggu embrio lain," ujarnya.

Saat ini Morula IVF Jakarta mempunyai Program Promo End Year 2019 my IVF my Choice yang berlaku pada periode 16 Oktober-31 Desember 2019. Biaya paket IVF/Bayi Tabung 'Potongan up to Rp 20 juta-an'. Ada juga Free ET atau FET, cek promonya di www.Morulaivf.co.id.

Artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom. (ads/ads)