Minggu, 15 Des 2019 14:09 WIB

Kata Siapa Pengidap HIV Sakit-sakitan? Pria Ini Jago Lari Meski Positif

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pengidap HIV pasti sakit-sakitan itu cuma mitos. Dengan pengobatan yang tepat, kondisi tubuh bisa tetap terjaga. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth) Pengidap HIV pasti sakit-sakitan itu cuma mitos. Dengan pengobatan yang tepat, kondisi tubuh bisa tetap terjaga. (Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta - Berbagai macam pembuktian terus dilakukan untuk menghapus diskriminasi dan stigma pada pengidap HIV (human immunodeficiency virus). Salah satu yang menyuarakan dengan keras agar tak ada lagi diskriminasi dan stigma pada pengidap HIV adalah pria yang mempunyai panggilan Dankjoedian dari ODHIV (orang dengan HIV) Runners.

Dankjoedian rutin berlari sepuluh hingga lima belas kilometer setiap harinya. Melalui olahraga ini, ia ingin membuktikan bahwa pengidap HIV tetap bisa sehat. Bahkan, bisa melampaui orang yang tidak terinfeksi virus HIV.



"Tidak perlu lagi adanya diskriminasi. Bahkan, orang dengan HIV bisa kalau dia mau, dia bisa melampaui orang yang tanpa HIV, seperti berlari. Bahkan, bisa berlari sepuluh sampai 21 kilometer. Bahkan, tahun depan 2020 saya mau ikut lomba ultra marathon," kata Dankjoedian saat ditemui usai mengikuti lomba lari di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, Minggu (15/12/2019).

Pembuktian ini dilakukannya agar teman-teman pengidap HIV tidak perlu takut dan memiliki hak yang sama dengan orang sehat lainnya.

"Saya mau menyuarakan bahwa orang dengan HIV pun sama dengan orang tanpa HIV, karena HIV itu sekarang sudah ada obatnya. Jadi, tidak perlu lagi ada diskriminasi dan HIV itu tidak mudah menular. Karena sudah ada terapi obat ARV (antiretroviral) yang dapat menekan virus, sehingga tidak menularkan," ucap Dankjoedian.



Simak Video "Obat HIV/AIDS Tersedia Gratis untuk Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)