Senin, 16 Des 2019 17:40 WIB

Ortu Stres dan Merokok Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi stunting pada anak. (Foto: internet) Ilustrasi stunting pada anak. (Foto: internet)
Jakarta - Anak stunting kerap diartikan dengan memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat gizi buruk. Tak hanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan, bayi yang lahir dengan berat bayi rendah kurang dari 2.500 gram pun mempunyai risiko 20 persen mengalami stunting pada masa anak.

Ahli kandungan, dr Ari Waluyo, SpOG, menjelaskan kondisi orang yang lahir dengan berat bayi rendah dan berujung stunting, mempunyai risiko terkena penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung, darah tinggi, dan juga diabetes.


"Nah sekarang kamu bisa bayangkan, pada saat dia berusia reproduksi (dewasa) dan dia menderita penyakit (stunting) seperti itu, bagaimana kualitasnya? Pasti akan lebih rendah. Itu terjadi pada kondisi bayi-bayi yang mengalami stunting di dalam rahim," kata dr Ari saat ditemui detikcom, Senin (16/12/2019).

dr Ari menegaskan, pencegahan stunting pada anak perlu dilakukan, tak hanya setelah bayi lahir, melainkan juga sejak dalam kandungan, dengan menerapkan gaya hidup sehat pada ibu hamil. Karena hal itu akan berdampak jangka panjang dalam tumbuh kembang anak.

"Orang yang merokok, yang stres itu mempunyai risiko bayinya kecil, Apalagi dia gaya hidupnya nggak bagus, itu juga dapat meningkatkan risiko tadi (stunting)," pungkasnya.



Simak Video "Moms, Kenali Tanda-tanda dan Pencegahan Stunting Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)