Senin, 16 Des 2019 18:30 WIB

Garam Jadi Penyebab Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indramayu Tinggi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi garam. Foto: Istock
Jakarta - Jumlah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) saat ini masih mengkhawatirkan dan salah satunya terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menunjukkan, pada tahun 2019 Indramayu menempati posisi tertinggi angka kematian ibu dan bayi di Jawa Barat. Bila ditinjau dari tahun 2016, angka kematian ibu mencapai 60, dan sempat turun di tahun 2017 menjadi 45, lalu naik kembali di tahun 2018 menjadi 61.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr H Deden Bonni Koswara, MM, menyatakan, bahwa faktor hipertensi menjadi penyebab paling banyak penyumbang angka kematian ibu dan bayi.

"Penyebab langsung yang paling banyak terjadi adalah hipertensi dalam kehamilan. Karena memang wilayah kami, wilayah pantai juga. Jadi, konsumsi garam juga tinggi," kata dr Deden di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, pada Senin (16/12/2019).



Terlalu banyak mengkonsumsi garam akan merusak keseimbangan natrium dan kalium, sehingga ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan pada ginjal dan menimbulkan tekanan darah yang tinggi (hipertensi).

Ahli spesialis kandungan, dr Ari Waluyo, SpOG, menjelaskan hipertensi dapat menyebabkan kerusakan multiorgan.

"Dampak dari penyakit hipertensi itu komplikasinya bermacam-macam dan dengan tensi darahnya naik itu bisa menyebabkan kerusakan multiorgan, kalau sudah mengalami multiorgan, otomatis risiko kematiannya jug menjadi tinggi," ucap dr Ari.



Simak Video "Bayi Baru Lahir di Wuhan Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)