Angka kematian ibu dapat meningkat pada kehamilan yang ke empat kali. Hal ini akan menyebabkan kelelahan pada rahim, dan menimbulkan risiko pendarahan.
Ahli spesialis kandungan, dr Ari Waluyo, SpOG, menekankan pentingnya kesadaran membatasi kelahiran anak tidak lebih dari tiga kali, agar risiko kematian pada ibu tidak terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalnya dibilang zaman dulu banyak yang punya anak dan tetap sehat, ya ada. Cuman jaman dulu kan pencatatan nggak sebaik sekarang. Mungkin (dulu) banyak yang meninggal tapi nggak tercatat. Kalau sekarang kan tercatat semua, jadi bisa lebih tau," kata dr Ari saat ditemui detikcom, pada Senin (16/12/2019).
dr Ari juga menjelaskan, terdapat penelitian yang menunjukkan, bahwa ibu yang mengalami kehamilan lebih dari empat kali dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat bayi yang rendah.
"Kalau berat bayinya rendah, dia mempunyai risiko asfiksia (bayi tidak bisa bernapas secara spontan) dan lain-lain, yang bisa menyebabkan kematian pada bayinya. dan justru berisiko pada bayinya juga tak hanya ibunya," ucap dr Ari.
(up/up)











































