Selasa, 17 Des 2019 11:58 WIB

Masih Terjadi, Gadis-gadis di Nepal Diasingkan ke Gubuk Saat Haid

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi mentsruasi. Foto: iStock
Jakarta - Hingga akhir tahun 2019, gadis-gadis di Nepal masih merasakan kehidupan pahit karena kepercayaan kuno menganggap wanita yang sedang menstruasi tidak suci dan tabu. Alhasil, setiap wanita yang sedang menstruasi diasingkan di sebuah gubuk kayu kecil.

Kepercayaan ini disebut Chhaupadi, wanita yang sedang menstruasi dilarang untuk berkegiatan sehari-hari, dilarang untuk menyentuh orang lain atau makanan yang mungkin dimakan orang lain, ternak dan bahkan buku. Dan mereka harus tidur sendirian di 'gubuk menstruasi' itu.

Kebiasaan ini pun menarik perhatian para peneliti dari University of Bath Inggris dan organisasi Pusat Penelitian Kesehatan Lingkungan dan Aktivitas Penduduk (CREHPA). Mereka mensurvei 400 gadis remaja di Nepal. Sebanyak 77 persen dari anak perempuan dilatih melakukan Chhaupadi sejak kecil.

Sebagian besar wanita memiliki akses ke sabun dan air bersih selama berada di 'gubuk menstruasi' agar tetap terjaga kebersihannya selama periode haid. Namun ada hal yang lebih menakutkan selama di 'gubuk menstruasi'.

"Para wanita dan gadis yang kami ajak bicara ketakutan akan ular dan binatang yang datang di malam hari, atau diserang oleh orang asing. Bahkan jika mereka tidak mengalaminya secara langsung, tekanan psikologis itu cukup nyata," kata salah satu peneliti, Jennifer Thomson dikutip dari CNN.



'Gubuk menstruasi' itu sering kali hanya memiliki satu pintu kecil tanpa jendela satu pun, sanitasi dan ventilasi pun dinilai buruk. Thomson menambahkan, penelitian itu juga menemukan bahwa gadis-gadis di Nepal yang tidak memiliki 'gubuk menstruasi' di dekat rumahnya, dipaksa untuk tidur di luar rumah. Mereka merasakan tingkat stres, kecemasan, dan ketidakberdayaan yang tinggi selama haid.

Selain bahaya dalam kesehatan mental, kepercayaan Chhaupadi ini membuat gadis-gadis merasakan stigma sosial yang sangat kuat saat menstruasi. Mereka mengatakan bahwa tidak diperbolehkan menyentuh anggota keluarga pria, memasak atau bahkan memasuki dapur, dan makan makanan normal seperti produk susu.

Chhaupadi ini telah banyak merenggut korban jiwa. Pada tahun 2017, seorang gadis berusia 18 tahun meninggal setelah digigit ular berbisa ketika diasingkan di 'gubuk menstruasi'. Gadis yang diketahui bernama Tulasi Shahi tersebut digigit dua kali oleh ular berbisa, dan dinyatakan meninggal pada Jumat (7/7/2017) waktu setempat.

Selain itu belum lama ini, seorang ibu dan kedua anaknya juga meninggal di 'gubuk menstruasi'. Saat itu Rabu (9/1/2019), musim dingin sedang mengalami temperatur di bawah nol (sub zero). Sang ibu, Amba Bohora (35) dan kedua anak lelakinya berusia 7 dan 9 tahun harus tidur di gubuk tersebut. Diduga mereka meninggal akibat menghirup asap dari api kecil yang dinyalakannya di dalam gubuk.



Simak Video "Bangun Kebahagiaan Anak Selama Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)