Rabu, 18 Des 2019 14:50 WIB

Ramai Teror Ular Kobra, Dokter Imbau Jangan Mudah Percaya Hoax Antivenom

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Petugas Damkar Mengamankan Anak Kobra yang Sembunyi di Balik Lemari (dok.Istimewa)
Jakarta - Beberapa hari belakangan ini ramai kasus teror ular kobra di area pemukiman warga. Bersamaan dengan itu ikut viral juga berbagai informasi kesehatan di media sosial terkait bagaimana menangani gigitan ular berbisa.

Salah satu contohnya seperti imbauan menggunakan ramuan bawang merah. Dalam satu unggahan Facebook disebutkan bawang merah cukup dikunyah saja sampai halus lalu dibalurkan di lokasi gigitan kobra atau ular berbisa lain.

"Ambil bawang terus dikunyah lembut dan balurkan ke bagian yg luka. Alhasil 5 menit kemudian langsung kempes. Semoga bisa membantu tuk semua orang. Trimakasih," tulis satu pengguna Facebook pada Selasa (17/12/2019) dan sudah dibagikan lebih dari 400 kali.


Menanggapi hal tersebut dokter umum Amalia Usmaianti yang akrab disapa Lia mengaku baru mendengar bawang merah bisa dipakai jadi antivenom. Menurutnya hal seperti ini hanya kepercayaan masyarakat saja yang belum tentu terbukti.

Ia mengimbau agar masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi kesehatan yang tidak jelas sumbernya. Saat seseorang digigit oleh ular berbisa, maka nyawa bisa jadi taruhan.

"Kita harus banyak belajar, orang awam juga mungkin bisa baca-baca. Jangan sampai karena bawang, micin, dan lain-lain malah membuat kesempatan hidup pasien berkurang," ungkap dr Lia saat dihubungi detikcom, Rabu (18/12/2019).

"Hat-hati kalau kata saya mah. Lebih baik ke pusat kesehatan terdekat," pungkas wanita yang sebelumnya dua tahun mengabdi di daerah Boven Digoel, Papua, berkutat dengan berbagai jenis ular berbisa ini.



Simak Video "Bahaya Berita Hoax soal Kesehatan, Termasuk Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)