Rabu, 18 Des 2019 20:00 WIB

Doyan Mie Instan dan Kebanyakan Micin, 8 dari 10 Anak Idap Hipertensi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Makan mie instan picu hipertensi pada anak. (Foto: detikfood)
Jakarta - Micin atau penyedap rasa memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam kegiatan masak-memasak. Penggunaan penyedap rasa pada makanan dalam takaran secukupnya memang telah diakui keamannya oleh badan kesehatan dunia (WHO).

Sayangnya, belum ada penegasan secara khusus terhadap takaran penggunaan micin atau penyedap rasa di Indonesia. Menurut ahli spesialis anak, Prof Dr dr Partini Pudjiastuti Trihono, SpA(K), MM(Paed), penggunaan micin atau penyedap rasa bisa meningkatkan risiko terserang penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi), bahkan pada anak-anak.


"Karena (micin) itu kan garam sebenarnya. Misalnya makan mie instan itu kan tinggi sekali (micinnya) dan itu adalah hasil riset dari riskesdas (riset kesehatan dasar) lho, 11-75 persen, berarti itu kan 8 dari 10 orang," kata Prof Partini saat ditemui, pada Rabu (18/12/2019).

Terbiasanya masyarakat Indonesia akan penggunaan micin dalam makanan, memang perlu dikurangi, karena tidak akan sehat bila dikonsumsi secara jangka panjang.

"Sebagai contoh ya di luar negeri, rasa mie instan itu beda sekali sama mie instan di Indonesia, karena mereka membatasi kadar natriumnya. Kalau kita kan nggak, justru semakin adiksi (ketagihan) orangnya, pengen terus, pengen terus. Proporsi kesehatan harus dilakukan secara berulang-ulang dan edukasi (micin) itu bisa berbahaya," pungkasnya.



Simak Video "Ini Loh Bahayanya Masak Mie Instan Bersama Bungkusnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)