Jumat, 20 Des 2019 13:15 WIB

Salah! Pencet dan Isap Luka Saat Kena Gigitan Kobra Justru Bahaya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ini yang tidak boleh dilakukan saat terkena gigitan kobra. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Jakarta - Dalam memberikan pertolongan pada korban dari gigitan ular berbisa seperti kobra, tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mengatasi kondisi tersebut.

Bahkan banyak pesan beredar tentang penanganannya dengan dipencet ataupun disedot, agar bisa ular itu keluar dari dalam tubuh yang sebenarnya itu salah. Salah satu pakar ular dari Yayasan Sioux Ular Indonesia, Muhammad Dzawil Arham memberikan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan untuk menolong korban gigitan ular berbisa.

"Jadi sebaiknya, saat tergigit ular berbisa menengah atau tinggi jangan pencet lukanya sampai mengeluarkan darah. Bisa ular tidak mengalir lewat pembuluh darah, tapi melalui kelenjar getah bening atau limfoma. Walaupun saat dipencet darah keluar, ya racun bisa itu akan tetap masuk ke dalam tubuh," jelasnya saat dijumpai detikcom, pada Kamis (19/12/19).


Dzawil mengatakan, akan lebih berbahaya lagi jika si penolong menghisap langsung bisa ular pada luka si korban. Bisa tersebut akan masuk ke tubuh, apalagi kalau di mulut atau organ dalam ada yang terluka, seperti sariawan.

"Dipencet saja sudah bahaya apalagi dihisap kan. Bisa itu malah akan masuk ke tubuh dengan mudah. Ditambah kalau di mulut atau organ dalam tubuh terdapat luka terbuka, seperti sariawan, gusi berdarah, luka pada lambung, dan sebagainya," tukasnya.

"Jadi, berikan pertolongan pertama seperti dibidai pada area yang terluka. Digigit di tangan bidai sampai lengan, di kaki bisa lilitkan sampai batasan sendi putarnya. Akan lebih baik lagi setelah digigit bidai satu badan penuh agar tidak ada pergerakan, itu bisa bantu memperpanjang kesempatan hidupnya sampai bertemu dengan serum."



Simak Video "Cara Perawatan Luka agar Tak Meninggalkan Bekas di Kulit"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)