Jumat, 20 Des 2019 17:02 WIB

TNI Gugur Akibat Malaria, Seberapa Mematikan Penyakit Itu?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Nyamuk malaria. Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta - Prajurit TNI Serda RM yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum TNI-Polri di Papua meninggal dunia setelah terkena penyakit malaria. Sebelum meninggal, Serda RM sempat bertahan selama 3 hari.

"Serda RM mengembuskan napas terakhir, gugur sebagai syuhada setelah berjuang melawan penyakit malaria tropika saat sedang patroli dalam rangka operasi penegakkan hukum memback-up Polri di wilayah hutan Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (20/12/2019).

Dalam kebanyakan kasus, kematian akibat malaria berhubungan dengan satu atau lebih komplikasi serius. Mengutip WebMD, penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum sangat berbahaya karena bisa menyerang sel darah merah.


Sel darah merah yang terinfeksi oleh parasit memblokir pembuluh darah ke otak yang menyebabkan kerusakan otak dan menyebabkan komplikasi mencakup gangguan kesadaran, koma, dan kematian mendadak.

Malaria juga dapat menyebabkan gagal ginjal, gagal hati, dan limpa pecah. Bentuk malaria yang parah dapat menyebabkan hipoglikemi atau tekanan darah rendah yang berujung pada koma.

Jika terdiagnosa dan ditangani segera, sebagian besar kasus malaria yang disebabkan oleh parasit P. falciparum dapat diatasi dengan cepat dan tanpa komplikasi dengan obat.



Simak Video "Mengatasi Gangguan Psikosomatik Akibat Informasi Corona yang Membeludak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)