Jumat, 20 Des 2019 18:16 WIB

Malaria Bisa Sembuh Total, Begini Penanganan yang Tepat

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Malaria dapat sembuh jika mendapat penanganan yang tepat. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Malaria merupakan penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria biasanya ditandai dengan gejala demam dan menggigil.

Walaupun malaria mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria ternyata dapat sembuh secara total bila ditangani secara tepat. Namun jika malaria tidak segera ditangani, tentu akan berakibat fatal dan sehingga menyebabkan gagal ginjal, anemia berat bahkan sampai kematian.

Maka dari itu, membutuhkan penanganan yang tepat dan secepat mungkin untuk mengenali gejala maria yang akan timbul. Hati-hati, bila 10-15 hari selama 6 hingga 12 jam badan terasa menggigil, demam, sakit kepala, mengeluarkan banyak keringat, lemas, bisa jadi itu tanda dari gejala malaria. Tahapan gejala malaria dapat timbul mengikuti siklus tertentu, yaitu 3 hari sekali (tertiana) atau 4 hari sekali (kuartana).



Dikutip dari CDC, malaria dapat muncul kembali dengan tiga cara. Pertama-tama, orang tersebut dapat berhasil diobati, tetapi kemudian kembali terinfeksi karena digigit nyamuk yang terinfeksi. Dalam kasus ini, penanganannya harus fokus pada pencegahan malaria, agar dapat sembuh total. Seperti tidur di bawah kelambu berinsektisida yang tahan lama.

Kedua, pasien bisa kambuh lagi ketika pasien minum obat. Rupanya pengobatan bisa membunuh sebagian besar parasit malaria dalam darah, sehingga pasien merasa lebih baik lagi, namun beberapa parasit masih tetap tinggal.

Setelah itu, parasit dapat muncul kembali dengan jumlah yang sangat banyak dalam darah dan membuat orang tersebut akhirnya tidak sembuh total. Dalam hal ini, infeksi tersebut tentu berasal dari darah.

Cara menanggulanginya, pasien harus mengambil dosis anti malaria lagi, namun dengan jenis berbeda dari yang semula mereka miliki, untuk membunuh semua parasit.

Maka dari itu, pencegahan malaria seperti menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta menggunakan krim atau semprotan anti nyamuk perlu dilakukan yang secara teratur meski sudah mengonsumsi obat, dan agar malaria tak berisiko muncul lagi di kemudian hari.



Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)