Senin, 23 Des 2019 09:14 WIB

Mual Saat Masa Kehamilan Tak Bisa Diobati, Tapi Dikelola

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Morning sickness atau mual dan muntah adalah gejala kehamilan yang umum dirasakan pada trimester pertama. Rasa mual ini mungkin akan mengganggu kegiatan para calon ibu. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, morning sickness memang kebanyakan terjadi pada pagi hari walau kadang mual muntah ini bisa berlanjut sampai usia kehamilan di atas 3 bulan. Disebutkan bahwa 8 dari 10 ibu hamil menderita morning sickness.

"Penyebab utamanya adalah faktor hormonal di mana pada saat hamil terjadi peningkatan hormon kehamilan yang menstimulasi mual dan muntah. Penyebab lain yang bisa menyebabkan mual dan muntah ini adalah psikis dan makanan atau nutrisi yang diberikan. Pada beberapa ibu hamil, mungkin tidak terjadi morning sikness terutama ibu hamil yang sangat menikmati kehamilannya," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.


Menurut dr Muliaman, mual dan muntah ini bisanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, biasanya memasuki usia 4 bulan kehamilan. Selain itu, untuk mengurangi rasa mual muntah ini memang sangat tergantung dengan kadar hormon kehamilannya.

"Pada beberapa kasus morning sickness atau emesis ini bisa berubah menjadi hiperemesis gravidarum dan pada kondisi ini biasanya ibu hamil harus dirawat karena makanan tidak bisa masuk sama sekali, sehingga perlu diinfus untuk pemberian makanan dan cairan," jelasnya.

Karenanya, mual ringan ini tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat diminimalisasi seperti dengan tetap tenang dan menikmati kehamilan, istirahat yang cukup, serta mengelola asupan makanan.

"Hindari makanan yang baunya sangat merangsang, dan berlemak karena bisa merangsang terjadinya muntah. Pemberian rasa yang sedikit asam manis bisa membantu," ujar dr Muliaman.

Selain itu, American College of Obstetricians dan Gynaecologists menyarankan untuk mencoba beberapa hal, salah satunya tambahkan protein ke setiap makan. Sumber protein non-daging termasuk makanan susu (susu, es krim, dan yoghurt).

"Pada beberapa kondisi karena ibu harus mendapatkan asupan nutrisi, maka pemberian susu khusus mual muntah ini bisa membantu seperti PRENAGEN Emesis, dengan kandungan vitamin B6 dan protein yang tinggi bisa mengurangi mual muntah. Selain itu ibu dan bayi akan mendapatkan nutrisi dan cairan yang cukup," bebernya.

PRENAGEN Emesis dengan kandungan nutrisi makro dan mikro yang lengkap juga mempunyai rasa yang disukai. Pada beberapa ibu hamil ada yang suka mengonsumsi yoghurt, tapi menurut dr Muliaman, kandungan nutrisi yoghurt tidak selengkap kandungan nutrisi susu.


Fakta ini menjadi tantangan bagi PRENAGEN sebagai susu kehamilan dan menyusui di Indonesia. Karenanya saat ini, sudah ada PRENAGEN yoghurt yaitu susu bubuk berbahan dasar susu fermentasi (acidified milk) yang mengandung berbagai nutrisi pendukung masa kehamilan.

Baru-baru ini, PRENAGEN juga mengeluarkan varian rasa Yoghurt strawberry. Dibandingkan dengan yoghurt biasa, PRENAGEN Yoghurt bisa dikonsumsi ibu hamil pada segala usia baik saat mual muntah maupun usia kehamilan yang besar. Menariknya, susu ini dapat dilarutkan dengan air dingin sehingga dapat menambahkan rasa segar saat dikonsumsi.




Simak Video "Cara Bikin Camilan Sehat Bumil untuk Kurangi Morning Sickness "
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)