Senin, 23 Des 2019 10:01 WIB

Niat Memperbesar Payudara, Remaja Ini Malah Terkena Serangan Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Niat memperbesar payudara, waniita ini malah terkena serangan jantung. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Seorang remaja berusia 18 tahun Emma Nguyen dari Colorado mengidap serangan jantung saat melakukan prosedur implan payudara. Selain mengalami serangan jantung, remaja ini sekarang mengalami kerusakan otak akibat kelalaian staf medis saat melakukan prosedur implan payudara.

Emmalyn Nguyen, melakukan pembesaran payudara oleh salah satu dokter bedah Dr Geoffrey Kim di Colorado Aesthetics. Dalam proses operasinya, ia diberi anestesi sekitar jam 2 malam. Keluarganya mengaku tak keberatan dan merasa aman ketika gadis remajanya memutuskan untuk melakukan implan payudara.

"Kami tidak berpikir hal seperti itu akan terjadi pada putri kami. Saya adalah seorang gadis remaja sebelumnya, bagi saya melakukan hal itu ya aman-aman saja," ujar ibunya, Lynn Fam, mengatakan kepada KCNC-TV,


Setelah melakukan implan payudara, Emmalyn tiba-tiba dalam keadaan seperti koma dan harus dirawat di fasilitas rehabilitasi di Colorado. Menurut keluarganya, saat sedang operasi ia terlihat sempat dibiarkan tidak diawasi di ruang operasi selama 15 menit setelah dia diberikan anestesi oleh perawat anestesi Rex Meeker.

Sekitar pukul 2:15 hari itu, karyawan kantor bedah plastik menjelaskan bibir dan wajah Nguyen tiba-tiba berubah berwarna biru yang ditandai dengan kondisi sianosis, lalu cepat menyebar ke ekstremitas atas dan badannya. Nguyen mengalami serangan jantung dan menurut keluarganya tidak ada yang "segera" berusaha untuk menyadarkan remaja berusia 18 tahun itu.

Selama lima jam berikutnya setelah dia dibius, dia menderita dua kali serangan jantung dan tetap tidak responsif secara neurologis.

"Aku punya semacam perasaan aneh," kata keluarganya setelah prosedur selama dua jam itu berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan.

Keluarganya mengatakan anggota staf fasilitas itu berulang kali berbohong atas apa yang terjadi. Bahkan, salah satu staf medis mengklaim bahwa Dr Kim yang melakukan bedah operasi mengatakan semuanya akan baik-baik saja.

"Semuanya berjalan dengan baik. Satu-satunya hal adalah kita tidak melanjutkan prosedur karena detak jantungnya turun tetapi dia baik-baik saja," katanya dikutip dari FoxNews.

"Semuanya baik-baik saja, Emmalyn baik-baik saja, semuanya baik-baik saja. Dia masih muda, dia sehat, dia akan baik-baik saja, hanya butuh waktu lama untuk bangun," begitu kata perawat anestesi, menurut keterangan keluarganya.

"Mereka menghancurkan kehidupan Emmalyn, bukan hanya miliknya tetapi kita semua," keluh keluarganya.


Begitu Meeker, salah satu staf medis rumah sakit memanggil keluarganya, Emmelyn dikabarkan dipindahkan ke rumah sakit. Dia menghabiskan 22 hari di sana sebelum dibawa ke fasilitas rehabilitasi, di mana kondisinya dalam "kondisi sadar minimal."

Dia tampaknya tidak bisa makan, berbicara, berjalan atau merawat dirinya sendiri, karena dia menderita kerusakan otak yang parah, menurut keterangan gugatan keluarganya.

Sementara American Society of Plastic Surgeons menjelaskan bahaya pembesaran payudara pada prosedur umum, terdapat pada risiko anestesi yang dilakukan saat pembedahan.

Situasi anestesi yang merugikan ini rupanya bukan yang pertama bagi Meeker, ahli anestesi yang melakukan implan payudara Emmelyn. Menurut KCNC, seorang pasien yang menjalani pembesaran payudara pada tahun 2009 meninggal satu bulan setelah operasi. Catatan negara menunjukkan Meeker staf medis rumah sakit tersebut kerap kali tidak disiplin.

Pihak keluarga mengakui gugatan yang diajukan mereka tentu tidak akan membawa kondisi gadis remajanya kembali sehat, tetapi gugatan ini bisa menjawab kesalahan prosedur pada Emmalyn yang berusia 18 tahun.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)