Senin, 23 Des 2019 12:30 WIB

Jadi Geralt di Seri The Witcher, Henry Cavill Sampai Dehidrasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Demi totalitas, Henry Cavill tahan haus sampai dehidrasi. (Foto: Christopher Jue/Getty Images)
Jakarta - Henry Cavill (36) sedang fokus mendalami peran Geralt of Rivia dalam serial Netflix The Witcher. Namun demi totalitas, Cavill nekat untuk menahan haus hingga alami dehidrasi.

Mengutip Unilad, Cavill yang memerankan Geralt of Rivia dalam serial Netflix The Witcher, berbicara tentang persiapannya untuk peran di The Graham Norton Show. Dalam wawancaranya, ia mengaku bahwa harus menjalani banyak pelatihan untuk bersaing secara fisik demi pekerjaannya.

"Biasanya tantangan film umumnya melakukan diet yang sulit, dan menahan rasa lapar. Tetapi kali ini aku mengalami dehidrasi selama tiga hari, sampai pada pada hari terakhir, aku seperti mencium bau air di sekitar," ungkap Cavill.

Dia kemudian menjelaskan mengapa ia membatasi konsumsi air. Rupanya semua ini ia lakukan agar membuat kulitnya benar-benar tipis. Hal itu lah yang menyebabkan kulitnya begitu melekat erat pada otot dan membuat ototnya tampak lebih menonjol.


Namun, tentunya dehidrasi dapat memicu beragam risiko yang dapat membahayakan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi 1 persen dapat berpengaruh pada suasana hati, perhatian, memori, dan koordinasi motorik tubuh. Cairan jaringan otak berkurang dengan dehidrasi, sehingga mengurangi volume otak dan untuk sementara mempengaruhi fungsi sel.

Ketika tubuh kekurangan asupan air, darah menjadi lebih terkonsentrasi pada satu titik, dan memicu ginjal untuk menahan air. Maka tak heran bisa berakibat sulit buang air kecil.

Semakin tebal dan semakin terkonsentrasi darah pada satu titik, semakin sulit untuk meningkatkan denyut jantung yang mempertahankan tekanan darah. Ketika tubuh mengalami dehidrasi seperti saat berolahraga atau karena stres akibat panas, risiko kelelahan atau keruntuhan meningkat. Lebih sedikit air juga menghambat upaya tubuh untuk mengatur suhu, yang dapat menyebabkan hipertermia (suhu tubuh jauh di atas normal).



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)