Senin, 23 Des 2019 13:45 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

Maret: Dilaporkan karena Ukuran Kelamin dan Viral Merokok di Bioskop

Firdaus Anwar - detikHealth
Bulan Maret sempat heboh laporan ukuran kelamin suami membuat istri meninggal. (Foto: iStock)
Jakarta - Di bulan Maret 2019 ada beberapa berita terkait kesehatan yang populer. Mulai dari kabar pria di di Probolinggo, Jawa Timur, yang dilaporkan ke polisi karena ukuran kelaminnya hingga video viral pengunjung bioskop tertangkap merokok.

Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber:

1. Kelamin menantu besar

Seorang mertua di Probolinggo melaporkan menantunya ke polisi gara-gara memiliki ukuran kelamin yang dikabarkan terlalu besar. Ukuran kelamin sang menantu dituduh menjadi penyebab kematian istrinya.

Namun dugaan tersebut tidak terbukti, karena pada kenyataannya ukuran alat kelamin sang menantu terbilang normal. Sang istri diduga meninggal karena penyakit saraf yang memang diderita sejak usia 14 tahun.

Kasus ini menarik perhatian banyak orang tentang ukuran normal kelamin pria.

Menurut studi oleh para peneliti di King's College London rata-rata panjang penis saat tidak ereksi (dihitung dari bagian dasar hingga ujung lubang) mencapai 9 cm. Sebaliknya, saat ereksi rata-rata penis memiliki panjang 13 cm.


2. Lapar jadi galak

Fenomena 'lapar galak' jadi sorotan ketika penjual pecel lele di Bekasi dipukuli pelanggan karena dinilai terlalu lama memasak dan menyiapkan pesanan. Psikolog klinis dari Personal Growth, Linda Setiawati, MPsi, berkomentar asupan makanan memang bisa berpengaruh terhadap mood seseorang.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika individu lapar, ditemukan penurunan kadar glukosa dalam tubuh individu (tingkat glukosa dalam darah yang rendah dengan batasan tertentu) dan adanya peningkatan hormon dalam tubuh yang berhubungan dengan stres (seperti hormon kortisol)," jelasnya.


3. Kajian game 'haram'

Sempat ramai ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan kajian fatwa haram untuk game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG). Hal ini didasari anggapan bahwa game tersebut bisa mempengaruhi pikiran dan memancing tindak kekerasan.

"Kalau memang orangnya sangat suggestible, kan ada orang yang sangat mudah dipengaruhi tuh, itu biasanya dia akan meniru tuh hal yang nggak real. Itu kan nggak real yang dalam game, dia bisa coba terapkan di dalam kondisi yang real," kata Fajriati Maesaroh, psikolog yang ikut dalam Focus Group Discussion (FGD) MUI.

Pada akhirnya baru MUI Aceh yang menerapkan fatwa main PUBG dan game sejenisnya haram.



4. Merokok di bioskop

Di Twitter ramai video yang menunjukkan seorang pria dengan santai merokok di bioskop. Banyak netizen mengungkapkan kekesalannya kepada sang perokok yang dinilai tidak tahu tempat.

Sang pemilik akun, Sarah (18), bercerita bahwa kejadian dalam video sendiri sebetulnya sudah cukup lama yaitu akhir tahun 2018. Saat itu Sarah bercerita sedang menonton di salah satu bioskop di daerah Cikarang ketika tiba-tiba saja tercium bau rokok.

"Orang-orang pada nyindir dia tapi tetep aja dianya nggak peduli. Entah ngga denger atau emang bebal," ujarnya pada detikcom.


5. Kasus narkoba Andi Arief

Politisi dari Partai Demokrat, Andi Arief, tersandung kasus narkoba. Bareskrim menguji urine Andi Arief dan hasilnya positif mengandung sabu.

Menurut dr Hari Nugroho, peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neurosience (IMAN), faktor psikologis bisa menjadi dorongan hingga menggunakan narkoba. Mereka yang low motivation biasanya memilih sabu sebagai stimulan untuk merangsang moodnya, misalnya sabu atau methampetamine.



Simak Video "Tips Jaga Anak Menghindari Budaya Merokok"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)