Senin, 23 Des 2019 16:30 WIB

Mahasiswa Tewas Terjebak di Gua Lele, Ini Efek Kurang Oksigen Pada Tubuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Efek kurang oksigen seperti mahasiswa yang terjebak di dalam Gua Lele. Foto: DOK.Kantor SAR Bandung
Jakarta - Tiga mahasiswa Pencinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang (Mapalaska) tewas terjebak di dalam Gua Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. Mereka terjebak selama 12 jam di kedalaman 30 meter.

Tiga orang meninggal atas nama A.N Erisa Rifan (20), Alief Rindu (19), Ainan Fatimatuzahro (19). Ketiganya berhasil dievakuasi tim gabungan dalam operasi penyelamatan pada Senin subuh (23/12/2019). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansyah, mengatakan korban tewas karena kehabisan oksigen.

"Korban panik pada saat air di dalam gua dan kehabisan oksigen. Dan cukup lama juga terjebak di dalam gua sampai berhasil dievakuasinya," katanya.


Saat kekurangan oksigen atau paparannya yang rendah, seseorang bisa mengalami beberapa gejala. Gejalanya seperti pusing, kebingungan, kehilangan fungsi indera, lemah, mual, kehilangan kesadaran, hingga kematian.

Berikut hal yang bisa terjadi saat tubuh kekurangan oksigen, dikutip dari berbagai sumber:

1. Sesak napas

Sistem yang akan terganggu pertama kali adalah pernapasan. Gejalanya seperti sesak napas, kadang-kadang gelisah, sakit kepala, dan rasa letih yang berlebihan.

Kekurangan oksigen atau disebut dengan kondisi hipoksemia ini akan membuat pernapasan meningkat hingga 24 kali per menit. Selain itu, denyut nadi juga akan meningkat hingga di atas 100 bpm (beats per minute) untuk menjaga sirkulasi oksigen ke semua organ.

2. Gangguan sirkulasi darah

Pada tahap selanjutnya akan lebih parah, denyut nadi akan mengalami penurunan hingga kurang dari 60 bpm (beats per minute). Tekanan darah akan menurut drastis, jika tidak segera ditangani akan mengalami koma bahkan kematian. Pada kondisi ini juga bisa terjadi cyanosis atau perubahan warna pada permukaan kulit yang tampak kebiruan.

3. Kerusakan otak

Kekurangan oksigen juga bisa berdampak fatal pada otak. Hanya dengan waktu 5 menit sejak suplai oksigen terhenti, sel-sel otak akan mengalami kerusakan. Jika keadaan ini terus berlanjut, kekurangan oksigen di otak atau cerebral hypoxia bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf bahkan kematian.



Simak Video "Mengenal Rapid Test dan Swab Test Virus Corona COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)