Kamis, 26 Des 2019 14:43 WIB

Mata Buram Usai Lihat Gerhana Matahari Cincin? Waspada Solar Retinopathy

Firdaus Anwar - detikHealth
Gerhana matahari cincin di Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta - Gerhana matahari cincin bisa disaksikan masyarakat Indonesia pada hari ini, 26 Desember 2019. Warga yang antusias ingin melihatnya disarankan dokter spesialis mata menggunakan kacamata khusus atau alat bantu lainnya agar aman.

Terkait hal tersebut, bila setelah melihat gerhana matahari cincin rasanya penglihatan jadi agak buram bisa jadi itu tanda solar retinopathy. Situs resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menjelaskan solar retinopathy terjadi karena intensitas sinar matahari yang tinggi masuk lewat lubang pupil kemudian difokuskan ke retina.


"Hal ini dapat meningkatkan suhu retina hingga 10-25 derajat celcius, padahal peningkatan suhu 4 derajat celcius saja dapat mengakibatkan peningkatan radikal bebas dan kerusakan termal/fotokimia terhadap sel fotoreseptor di retina," tulis Perdami seperti dikutip pada Kamis (26/12/2019).

Gejala solar retinopathy mulai dari penglihatan buram, muncul bayangan hitam, perubahan bentuk objek (metamorphopsia), gangguan warna, silau, hingga sakit kepala. Berbagai kondisi tersebut tidak akan langsung muncul dan biasanya baru terasa satu hari hingga satu bulan usai melihat gerhana.

dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center menjelaskan ada kemungkinan solar retinopathy bisa menyebabkan kerusakan permanen alias tidak bisa disembuhkan.

"Bila sudah terlanjur melihat gerhana matahari cincin ya berisiko kerusakan mata secara permanen," kata dr Zeiras pada detikcom.



Simak Video "Ternyata Inilah Etnis yang Paling Berisiko Masalah Kesehatan Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)