Minggu, 29 Des 2019 07:00 WIB

Kebiasaan Buruk Ini Banyak Dilakukan dan Bisa Merusak Gigi maupun Gusi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sikat gigi harus diganti secara rutin (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kapan sikat gigi harus diganti? Kebanyakan orang pasti baru akan menggantinya setelah kondisi fisik dari sikat itu sudah rusak, bahkan bulunya copot dari tempatnya atau warnanya yang kusam.

Terlalu lama mengganti sikat gigi ternyata dapat menyebabkan masalah pada gigi hingga jaringan gusi pada mulut kita. Tak hanya itu, kebiasaan buruk seperti ini juga bisa bikin kamu ompong lho. Hal ini diungkapkan oleh presiden American Academy of Periodontology, dr Bryan J Frantz, DMD.

"Itu bisa menyebabkan masalah dengan ablasi jaringan gusi. Selain itu, jika tidak segera diganti dan dipakai terus menerus, bisa membuat seseorang kehilangan giginya," katanya yang dikutip dari Men'shealth.



Selain itu, dr Frantz mengatakan bulu pada sikat gigi semakin lama akan kehilangan fungsinya. Benda itu bukannya membersihkan gigi, malah menyebarkan bakteri yang bisa merusak gigi.

"Bulu dirancang untuk membantu membersihkan di antara gigi. Jika sudah terlalu lama, fungsinya akan berkurang. Pasti banyak kotoran yang tidak terangkat dan bisa menyebarkan bakteri yang bisa merusak gigi," jelas dr Frantz.

"Terlebih jika sikat gigi sering menempel pada dinding kamar mandi atau meja dan juga menggunakan penutup kepala. Sudah pasti bakteri terus berkembang dan akhirnya masuk ke dalam mulut," imbuhnya.

dr Frantz menyarankan untuk rutin menggantinya setiap 2-3 bulan. Hal ini jauh lebih murah daripada harus ke klinik gigi dan melakukan perawatan hingga menghabiskan dana yang besar.



Simak Video "Ini Dia Rapor Merah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)