Senin, 30 Des 2019 16:11 WIB

Kata Dokter Jiwa Soal Spekulasi Medina Zein Gunakan Amfetamin Untuk Obat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kata dokter soal amfetamin untuk obat bipolar. Foto: Medina Zein (dok.Instagram)
Jakarta - Baru-baru ini, selebgram Medina Zein diwajibkan melakukan tes urine oleh polisi karena ikut terseret dalam kasus kakak iparnya, Ibra Azhari. Hasilnya urine Medina terbukti positif mengandung narkoba jenis amfetamin.

Sebelumnya Medina pernah mengaku mengidap gangguan mood bipolar tipe 2 yang sama seperti yang dialami Marshanda. Hal ini memunculkan spekulasi di antara netizen bahwa Medina menggunakan amfetamin sebagai obat penyakit kejiwaannya.

Psikiater dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menegaskan amfetamin bukanlah obat melainkan narkoba psikostimulan yang bisa menyebabkan gangguan mood. Ia mengatakan amfetamin ini termasuk narkotika golongan I yang berpotensi menyebabkan ketergantungan.


"Amfetamin termasuk Narkotika Golongan I, narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Senin (30/12/19).

"Ketergantungan ini sama seperti adiksi pada opium, ganja, heroin, amfetamin, metamfetamin, etkatinon, tanaman KHAT, dan lain-lain," imbuhnya.

Jika amfetamin ini dikonsumsi oleh penderita gangguan mood bipolar, maka efeknya malah akan berbahaya. Ini akan berefek pada sistem saraf otaknya.

Untuk gangguan bipolar dr Lahargo menjelaskan obat yang tepat digunakan adalah mood stabilizer.

"Justru amfetamin akan memperburuk kondisi gangguan bipolarnya. Karena bisa mengganggu keseimbangan neurotransmitter di saraf otak yang mengakibatkan munculnya berbagai gangguan mood dan perilaku dari penderitanya," jelasnya.



Simak Video "5 Tips Aman ala dr Reisa agar Terhindar COVID-19 Saat Terima Paket"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)