Selasa, 31 Des 2019 10:30 WIB

Berniat Berhenti Merokok dan Nge-Vape di 2020? Catat Tips dari Dokter

Nurul Khotimah - detikHealth
Tips dokter untuk resolusi berhenti merokok atau vape di 2020. Foto ilustrasi: Shutterstock
Jakarta - Salah satu penyebab gangguan dan kerusakan pada jantung dan paru-paru adalah rokok. Sudah menjadi rahasia umum jika rokok tembakau atau rokok elektrik sejenis vape tidak bagus untuk kesehatan. Banyak kasus medis yang menunjukan kerusakan organ tubuh akibat kecanduan merokok.

Menjelang pergantian tahun pergantian pola hidup juga perlu dilakukan. Meski kerap dianggap sulit namun menerapkan pola hidup sehat tentu penting untuk masa mendatang. Salah satunya dengan mencoba untuk berhenti merokok.

Dokter Jantung di RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, berpendapat bagi yang ingin berhenti merokok atau vape boleh mencoba dibantu hipnoterapi. Tapi intinya sadar akan bahayanya dan ada niatan untuk berhenti.

"Kesaksian pasien-pasien yang berhasil berhenti merokok adalah ketika mereka ingat masa depan anak mereka, karir mereka yang masih panjang dan cita-cita mereka yang ingin dicapai, dan langsung berhenti merokok saat itu juga. Tidak direncanakan dan tidak perlu secara bertahap," kata dr Vito, saat dihubungi detikcom, Senin (30/12/2019).

Dokter mengatakan, perokok yang tidak mau percaya bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan, atau vape merugikan kesehatan itu hak masing-masing.

"Percaya atau tidak percaya dampak buruk dari rokok dan vape itu hak masing-masing perokok dan vaper. Asalkan tidak membuat orang lain merasakan dampaknya juga," ujarnya.

Dokter berpesan agar menghargai setiap orang yang ingin menghirup udara segar tanpa asap rokok dan tanpa uap vape. Ada baiknya untuk saling menghargai hak setiap orang.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)