Rabu, 01 Jan 2020 13:28 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gigi Berlubang Dibiarkan Terlalu Lama?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi sakit gigi karena berlubang. Foto: istock
Jakarta - Gigi berlubang merupakan hal yang lumrah terjadi, terutama jika kita tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi kita dengan baik dan rutin.

Bakteri bisa masuk ke dalam lubang sekecil apapun yang terbentuk di gigi. Sayangnya, bakteri ini tidak akan bisa kita gosok untuk 'mengusirnya' lagi.

Dikutip dari The List, kita baru merasa pentingnya ke dokter saat gigi berlubang terasa sakit. Sakit ini disebabkan oleh proses kimiawi yang melibatkan asam makanan dan bakteri.

"Saat mulai terasa sakit, itu sudah terlalu parah. Saat sakit, maka saraf gigi menjadi terganggu dan terlibat, sehingga biasanya kami tambal dan mungkin membawanya cukup dekat ke liang akar," tutur dokter gigi Matt Messina.


Gigi berlubang bisa memicu masalah lebih besar jika tak segera ditangani. Gigi yang berlubang seiring waktu semakin lemah, sehingga perilaku sehari-hari bahkan hanya mengunyah bisa membuat gigi patah atau retak.

Lubang ini akan bisa menjadi semakin dalam, saat mencapai saraf gigi, saat itulah kita merasakan sakit yang luar biasa. Rasa nyeri ini bisa hilang saat sarafnya mati, namun proses pengeroposan tidak berhenti dan jaringan yang mati bisa melemahkan sistem imun, berisiko terkena infeksi.

"Racun dari jaringan yang mati akan mulai menginfeksi tulang di ujung akar yang dimulai dengan peradangan. Kemudian infeksi bisa menjalar ke pipi dan ke dasar mulut," jelas dosen kedokteran gigi di Boston University, Carl McManama.

Kamu bisa mencegah hal ini dengan menyikat gigi dua kali sehari, flossing sekali, dan memeriksakan gigi untuk pembersihan selama enam bulan sekali.



Simak Video "Ini Dia Rapor Merah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)