Kamis, 02 Jan 2020 16:44 WIB

Catat! Tak Semua Laundry Mau Terima Order Korban Banjir, Ini Alasannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tak semua laundry mau melayani jasa cuci baju korban banjir yang penuh lumpur (Foto: Reyhan/detikHealth)
Jakarta - Rumah terendam air dan baju berlumur lumpur memang sudah jadi risiko terkena banjir. Hal ini membuat beberapa korban banjir lebih memilih untuk menggunakan jasa laundry daripada menyuci bajunya sendiri.

Sayangnya tak semua laundry bisa menerima pakaian yang telah berlumur dengan lumpur. Yanti Gultom yang juga sebagai pemilik salah satu laundry di Jakarta Timur mengatakan faktor kesulitan menjadi salah satu penyebabnya.

"Laundry juga gak bisa main masuk ke mesin, bercampur tanah itu gak bisa masuk mesin dan itu harus dicuci secara manual, soalnya ngerusak mesin," kata Yanti kepada detikcom, pada Kamis (02/01/2019).


Ada juga yang memilih mencuci sendiri dengan air banjir seperti tampak di lokasi banjir Kalideres, Jakarta Barat.Ada juga yang memilih mencuci sendiri dengan air banjir seperti tampak di lokasi banjir Kalideres, Jakarta Barat. Foto: Uyung/detikHealth

Namun demikian, Yanti memilih tetap melayani jasa cuci baju penuh lumpur. Alasannya, karena adanya hubungan dekat dengan beberapa korban banjir.

"Karena bercampur tanah itu nanti kerjaannya jadi berkali lipat. Kita harus bilas dulu dia, bilas sekali nggak cukup terus disikatin. Kalau kita menerima kan karena emang (kenal) dekat ya dengan korban banjir dan itu hanya sebagai bentuk membantu," tuturnya.



Simak Video "Rawan Hipotermia saat Banjir, Begini Cara Mencegahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)