Kamis, 02 Jan 2020 23:09 WIB

Waspada ISPA Usai Banjir, Ini 8 Obat Alami untuk Mengatasinya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Foto: iStock/Waspada ISPA Usai Banjir, Ini 8 Obat Alami untuk Mengatasinya
Jakarta - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) rentan terjadi selama banjir hingga surut. ISPA terjadi akibat penurunan daya tahan tubuh korban banjir sehingga tubuh mudah terkena infeksi.

ISPA atau Upper respiratory infection (URI) ditandai batuk, rasa tidak nyaman atau sesak di saluran pernapasan, pilek, bersin, tenggorokan gatal, demam dengan suhu tidak terlalu tinggi, dan rasa sakit di belakang wajah. Kondisi ISPA yang tidak tertangani dengan baik bisa berkembang menjadi sinus atau infeksi pneumonia.


Sebelum terjadi penyakit yang lebih gawat, ini 8 obat alami untuk meringankan gejalanya. Jika tidak juga membaik sangat disarankan segera ke dokter,

1. Diuap atau inhaling steam

Dikutip dari situs Doctor NDTV, inhaling steam adalah salah satu obat alami terbaik untuk mengatasi ISPA. Inhaling steam bisa dibuat sendiri dengan mendidihkan satu liter air yang ditambah kayu kamper. Uapnya bisa dihirup 10-15 menit untuk melegakan saluran pernapasan. Namun obat ini tidak disarankan untul anak, ibu hamil, dan pasien hipertensi.

2. Berkumur air garam hangat

Cara ini efektif melegakan hidung dan tenggorokan sehingga baik untuk saluran pernapasan. Untuk berkumur hanya perlu segelas air hangat dan satu sendok teh garam. Kemudian, garam dilarutkan dalam air sebelum digunakan untuk berkumur. Lakukan setiap pagi untuk napas yang terasa lebih lega, sebelum ke dokter jika ISPA tak kunjung membaik.

3. Jahe

Penggunaan jahe sebagai salah satu obat alami tak lagi diragukan dalam dunia medis. Untuk ISPA, jahe adalah salah satu obat yang dianggap paling efektif. Jahe dengan manfaat antivirus, antimikroba, dan antiradang mampu mengatasi penyebab utama infeksi saluran pernapasan. Jahe bisa dikonsumsi langsung atau direbus dalam air mendidih.

4. Madu

Bagi anak atau siapa saja yang tidak suka inhaling steam, madu bisa jadi alternatif untuk meringankan ISPA. Madu mengandung antibakteri dan berbagai nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Madu bisa dikonsumsi langsung atau dicampur dalam segelas susu. Cara lainnya adalah dengan dicampur dalam air hangat dan perasan jeruk lemon.


5. Terekspos sinar matahari

Sinar matahari adalah sumber utama asupan vitamin D bagi tubuh. Kekurangan vitamin D kadang berisiko mengakibatkan tubuh mengalami infeksi, salah satunya ISPA. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, eksposur pada sinar matahari sebaiknya jangan lebih dari pukul 9 pagi.

6. Eucalyptus

Daun eucalptus atau minyaknya bisa membantu melegakan saluran pernapasan. Untuk memanfaatkan eucalyptus, daun atau minyaknya ditambahkan dalam air mendidih. Uap yang keluar bisa dihirup untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman di pernapasan.

7. Bunga echinacea

Tanaman yang masuk golongan asteraceae ini punya kandungan antimikroba yang baik untuk daya tahan tubuh. Echinacea biasanya digunakan untuk meringankan gejala flu, masuk angin, dan berbagai kasus infeksi. Produk echinaceae tersedia dalam bentuk teh, herba kering, pil atau kapsul, dan cairan. Jika ISPA tak kunjung membaik setelah konsumsi echinacea disarankan segera konsultasi ke dokter.

8. Bawang putih

Bawang putih sebetulnya telah lama digunakan sebagai bahan obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Kandungan profilatik dalam bawang putih mampu mencegah flu dan masuk angin pada orang dewasa. Bawang putih kerap dianggap lebih bermanfaat jika dikonsumsi mentah, namun riset membuktikan konsumsi dalam bentuk matang tidak menurunkan manfaatnya.

Simak Video "Setelah Dibuka, Berapa Lama Obat Sirup Harus Disimpan?"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)