Jumat, 03 Jan 2020 14:35 WIB

Medina Zein Klaim Konsumsi Obat Bipolar, Mungkinkah Pakai Amfetamin?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Medina Zein direhabilitasi karena terbukti konsumsi amfetamin. (Samsdhuha-detikcom)
Jakarta - Polisi mengamankan Medina Zein karena dirinya terbukti mengonsumsi narkoba jenis amfetamin. Baru-baru ini Medina mengaku narkoba yang digunakannya merupakan obat untuk mengatasi penyakit gangguan bipolar atas izin dokter.

"Memang ada salah satu obat yang digunakan oleh saya tapi izin dokter, itu emang narkoba golongan apa saya nggak paham, mungkin boleh datang ke dokter yang bersangkutan yang menangani saya," kata Medina di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/1/2020).


Terkait penggunaan amfetamin sebagai obat, Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJSH) Grogol, dr Laurentius Panggabean, SpKJ, MKK, menjelaskan secara umum amfetamin tidak digunakan dalam terapi bipolar. Alasannya karena amfetamin masuk dalam golongan narkotika.

"Enggak ada. Amfetamin itu enggak dipakai dalam pengobatan bipolar," kata pria yang akrab disapa dr Lauren ini saat dihubungi detikcom.

"Di Indonesia ya enggak ada karena itu masuk dalam kategori narkotik dan memang tidak dipakai," lanjutnya.

Namun demikian dr Lauren tidak menutup kemungkinan adanya eksperimen terapi bipolar yang menggunakan amfetamin. Menurutnya kadang pasien dengan gangguan kejiwaan menggunakan narkotik untuk mendapatkan efek-efek tertentu.

"Pada gangguan kejiwaan itu banyak yang bereksperimen untuk mendapatkan efek tertentu. Enggak tahu apakah itu bermanfaat," pungkas dr Lauren.



Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)