Senin, 06 Jan 2020 08:07 WIB

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening Seperti Dialami Mendiang Ria Irawan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ria Irawan pernah dinyatakan sembuh lalu kankernya muncul kembali. Foto: Instagram @riairawan
Jakarta - Ria Irawan meninggal dunia pada usia 50 tahun setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening. Sempat dinyatakan sembuh pada Maret 2019, kankernya muncul kembali bahkan menyebar hingga ke otaknya.

Penyakit kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma merupakan jenis kanker yang berawal dari sel-sel yang disebut limfosit (sel darah putih). Pada kanker, limfosit berproliferasi lebih cepat dan hidup lebih lama dibandingkan limfosit normal.

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah pembengkakan pada kelenjar getah bening. Bagian yang kerap dilaporkan mengalami pembengkakan antara lain leher, ketiak, dan pangkal paha.


Selain itu gejala lainnya seperti dikutip dari WebMD adalah:
- batuk
- kesulitan bernapas
- demam
- keringat di malam hari
- kelelahan
- penurunan berat badan
- gatal-gatal

Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, dari RS Cipto Mangunkusumo sebelumnya menjelaskan benjolan yang jadi tanda kanker punya ciri tidak sakit dan semakin besar.

"Kalau karena limfoma, benjolan justru makin besar. Juga perhatikan gejala khas limfoma lainnya, seperti demam lama dengan suhu tak sampai 38 derajat Celsius," jelas dr Andhika.

Perlu menjadi catatan, kanker ini sering muncul tanpa gejala pada stadium awal sehingga baru ditemukan umumnya pada saat check up. Karena saat berada dalam stadium lanjut, gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam.

"Kalau primernya di indung telur atau ovarium biasanya muncul benjolan di perut, nyeri perut, kacau haidnya atau haid tidak teratur," tutur dr Denni Joko Purwanto, SpB (K) Onk dari RS Kanker Dharmais beberapa waktu silam.



Simak Video "Mengenal CrossFit, Olahraga yang Digemari Ashraf Sinclair"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)